Saksi sebut pekerja rel kereta cepat Jakarta-Bandung tetap kerja meski hujan
Merdeka.com - Kecelakaan kerja terjadi pada saat pemasangan bantalan crane pada proyek jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, Minggu (4/2) dini hari. Menurut keterangan saksi, Jaja Bahar (50), pada saat pemasangan crane, hujan turun.
Jaja mengaku menyaksikan pemasangan crane tersebut. Para pekerja mulai bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Saya amati kok beda. Mereka baru mau pasang rel, buat persiapan, sebelum sampe kesetel saya nunggu agak lama. Mesin ini gak nerima, mau ngangkat bantalan," katanya ketika ditemui di lokasi, Minggu (4/2).
Dia mengungkapkan, para pekerja tidak memerdulikan hujan deras. Meski, pada saat peristiwa terjadi, hujan sudah berhenti.
"Pas hujan tetap kerja, jam 1 itu pada masih kerja," ucapnya.
Jaja mengatakan, crane berwarna merah itu merosot. Para pekerja sontak berupaya menyelamatkan diri.
"Saya lihat ke atas, saya lihat merosotnya, engga ketimpa, ngelihat dia merosot, engga ketimpa. Lima korban itu langsung ngelompat merosot," tutupnya.
Sebelumnya, Kapolsek Jatinegara Kompol Supadi mengatakan, kecelakaan tersebut bermula ketika lima orang pekerja tengah memasang bantalan crane. Mereka mencoba memasang bantalan tersebut dengan menggunakan crane.
"Kemudian ketika bantalan crane sudah berada di atas namun dudukannya tidak pas sehingga bantalan jatuh menimpa korban tersebut di atas yang mengakibatkan keempat korban meninggal dunia," katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (4/2).
Adapun empat korban meninggal tersebut; Jaenudin (44) akibat luka di kepala, Dami Prasetyo (25) badan hancur, Jana Sutisna (44) akibat luka di kepala, dan Joni (34) akibat luka di kepala, tangan kiri serta kanan patah.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya