Polri Tegaskan Daftar Calon Bintara Gratis, Lapor ke Sini Jika Temukan Calo

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, apa yang dilakukan penyidik bentuk komitmen Korps Bhayangkara yang sejak awal fokus untuk memberantas praktik calo maupun KKN dalam seluruh proses rekrutmen Polri.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Polri Tegaskan Daftar Calon Bintara Gratis, Lapor ke Sini Jika Temukan Calo
Ilustrasi Polisi. ©2021 Merdeka.com

Polres Karawang telah mengungkap kasus dugaan penipuan pendaftaran rekrutmen Polri melalui jalur Bintara. Dalam perkara ini, satu orang ditetapkan sebagai tersangka atas nama inisial DLS.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, apa yang dilakukan penyidik bentuk komitmen Korps Bhayangkara yang sejak awal fokus untuk memberantas praktik calo maupun KKN dalam seluruh proses rekrutmen Polri.

"Selain mengapresiasi, kami di tingkat Mabes Polri tentunya mendukung penuh tindakan tegas terhadap pelaku ataupun calo rekrutmen Polri. Karena, sejak awal pimpinan Polri sudah menegaskan untuk tidak segan memberantas praktik calo maupun KKN," kata Dedi, Sabtu (20/5).

Dedi menegaskan, untuk masyarakat yang ingin menjadi anggota Polri, baik melalui jalur Akpol, Bintara dan Tamtama tidak adanya pungutan biaya alias gratis.

Apalagi, dalam proses rekrutmen ini As SDM Polri menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis). Sehingga, tidak ada lagi ruang sedikitpun untuk pihak-pihak yang mencoba 'main-main' dalam proses rekrutmen Polri.

Selain itu, untuk mencegah praktik percaloan tersebut SSDM Polri juga telah membuka layanan hotline di nomor 085773760016. Sehingga, hal ini memudahkan masyarakat atau siapapun yang ingin melakukan pengaduan atau memberikan informasi seputar adanya dugaan pelanggaran ataupun dugaan penyimpangan terkait proses rekrutmen.

"Kami terbuka, mendengar dan menyerap semua aspirasi dan informasi dari seluruh lapisan masyarakat. Semua ini dilakukan untuk semakin meningkatkan rasa kepercayaan publik terhadap Polri," ungkapnya.

Tak hanya layanan Hotline, eks Kadiv Humas Polri ini menyebut, pihaknya juga menyediakan wadah atau sarana komunikasi sebagai wujud keterbukaan penerimaan rekrutmen personel kepolisian di media sosial (medsos).

"Dalam rekrutmen Polri, terbukanya komunikasi publik melalui adanya 7 medsos dan nomor Hotline untuk pengaduan terkait rekrutmen termasuk wadah tanya jawab siapapun yang hendak mencari informasi seputar rekrutmen Polri," sebutnya.

Tak lupa, mantan Kapolda Kalteng ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polres Karawang yang telah menindak tegas pelaku penipuan pendaftaran calon Bintara.

Rekomendasi