Staf HRD berinisial, BS (43) merupakan pelaku percobaan perampokan terhadap sebuah bank yang berada di Jalan RS Fatmawati, Cilandak Barat, Cilandak, Jakarta Selatan. BS nekat melakukan perampokan bank terinspirasi dari sebuah serial film berjudul Money Heist yang tayang di Netflix. Lantas bagaimana pengaruh film terhadap tindakan kriminal.
Kriminolog Universitas Indonesia, Muhammad Mustofa menjelaskan jika pengaruh film terhadap perilaku penontonnya masih menjadi perdebatan dari beberapa hasil penelitian apakah turut mempengaruhi atau tidak.
"Hasilnya masih diperdebatkan. Ada yang menemukan bahwa penontonnya akan melakukan peniruan. Sebaliknya ada yang menemukan bahwa dengan menonton film dapat melepaskan kecenderungan meniru," kata Mustofa saat dihubungi merdeka.com, Kamis (7/4).
Adapun, lanjut Mustofa, apabila ada pengaruh film terhadap perilaku penontonnya itu kerap kali hanya bersifat jangka pendek dan tidak menetap serta dapat berubah sewaktu-waktu.
"Jadi sepanjang tidak ada faktor lain yang lebih kuat daripada sekedar meniru, boleh dikatakan pengaruhnya sesaat itu," tuturnya.
Sehingga, kata Mustofa, dari kasus BS yang nekat merampok bank dengan meniru aksi serial film Money Heist, lebih karena dukungan faktor depresi yang terjadi dalam dirinya.
"Faktor depresi lebih besar porsinya daripada faktor pengaruh film," sebutnya.
Advertisement
Aksi kejahatan
Sebelumnya, Polres Jakarta Selatan menangkap pelaku percobaan perampokan di Bank Pembangunan Daerah kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Pelaku, BS (43) pada Selasa 5/4). Kejadian itu sendiri terjadi sekitar pukul 14.30 Wib.
Kepada penyidik, BS mengaku aksinya terinspirasi dari salah satu serial berjudul Money Heist yang tayang di Netflix.
"Ya dia menyampaikan ke kita dia terinspirasi dari film itu (Money Heist atau MH)," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan, Rabu (6/4).
Budhi menerangkan, BS meniru beberapa adegan di film Money Heist. Bahkan, ia menyiapkan peralatan yang persis di film tersebut. Polisi menemukan pisau lipat, petasan asap dan tali kabel tis di dalam tas.
"Ini sudah kita coba tanyakan apa alat tali tis ini disiapkan untuk apa? untuk mengingat sandra. kemudian ada semacam bom asap atau petasan asap dan alat itu untuk apa? untuk melarikan diri. jadi nanti kalau terjepit dia akan menggunakan ini (bomb asap) dan ini sekali lagi dipengaruhi oleh film yang dia tonton," papar Budhi.
Terkait hal ini, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mencontoh perbuatan-perbuatan di Film. Ini adalah kehidupan nyata, berbeda dengan kejadian di film.
"Ini menjadi perhatian dan keprihatinan kita bersama, dia mempraktikan ini. Padahal ini salah, dan ini tidak dibenarkan, mungkin jangan menjadi contoh buat yang lain," ujar dia.
Advertisement
Motif Pelaku
Lebih lanjut, Budhi menjelaskan, untuk motif terduga pelaku melakukan aksi kejahatan itu karena faktor ekonomi. Hal ini diketahui berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap terduga pelaku.
"Jadi yang bersangkutan sebenarnya dari latar belakangnya, yang bersangkutan adalah pegawai di salah satu bank swasta. Posisi nya cukup bagus sebenarnya staf HRD. Dan kalau dilihat dari penghasilan atau gajinya itu sudah cukup besar, kalau nggak salah Rp60 juta per bulan," jelasnya.
"Namun, karena terlilit utang dimana di hari Jumat (8/4) nanti itu sudah jatuh tempo utangnya dan yang bersangkutan harus membayar utangnya, dan terus dikejar oleh yang meminjamkan utangnya. Sehingga dia timbul pikiran nekat untuk melakukan kejahatan," sambungnya.
Ternyata, sebelum melakukan aksi kriminalnya itu, terduga pelaku lebih dulu melakukan survei lokasi pada pagi harinya. Karena, di kawasan tersebut memang ada beberapa bank lain selain bank yang ia lakukan perampokan.
"Ada beberapa bank lain, namun, kemudian tersangka menentukan bank pembangunan daerah ini. Karena melihat bank ini cukup sepi, sehingga bisa tersangka ini menganggap leluasa untuk melakukan aksinya," ucapnya.
"Terhadap tersangka kita kenakan pasal berlapis yakni percobaan perampokan yaitu Pasal 365 jo 53 dan juga UU darurat, 10 tahun penjara. Karena ada padanya juga terdapat senjata tajam yang dipersiapkan untuk manakala kondisi-kondisi darurat," tutupnya.