Penembakan gedung DPR, Polri sebut tersangka letuskan 4 peluru
Merdeka.com - Dua peluru nyasar kembali ditemukan di ruangan kerja milik dua anggota DPR. Satu peluru menembus ruangan anggota DPR dari Fraksi PAN, Totok Daryanto lantai 20 Gedung Nusantara I DPR dan Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya lantai 10.
Terkait temuan tersebut, Polri memastikan tidak lagi ada penembakan ke Gedung DPR hari ini. Diduga kuat, temuan peluru itu sisa dari insiden sebelumnya.
"Itu merupakan sisa dari empat peluru yang ditembakkan kemarin. Jadi dari hasil olah TKP kemarin baru ditemukan dua peluru dan hari ini ditemukan lagi dua peluru," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan tersangka dan pemeriksaan laboratorium forensik, kata Dedi, peluru yang terlepas dari senjata api berjumlah empat butir. Namun petugas baru menemukan dua peluru di ruang kerja nomor 1313 dan 1601 pada Senin 15 Oktober lalu.
Kemudian siang ini, kepolisian kembali menerima laporan terkait adanya penemuan peluru di dua ruang kerja anggota dewan. Meski diyakini sebagai sisa insiden Senin siang, Polri tetap membawa dua butir peluru yang baru ditemukan untuk diuji balistik di laboratorium forensik.
"Jadi langkah Polri tetap selesai melaksanakan olah TKP kemudian peluru yang diambil nanti dibawa ke labfor, jadi supaya identik antara senjata yang digunakan dengan peluru yang ditemukan di TKP," katanya.
Jenderal bintang satu itu meminta semua pihak tenang dan mempercayakan kepolisian untuk menangani kasus tersebut. "Itu sisa kemarin. Jadi tolong tetap tenang. Ini artinya Polda Metro mampu mengendalikan keamanan di Jakarta," jelas Dedi.
Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya