Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta penanggulangan pascabencana tsunami di Banten fokus pada penanganan medis untuk mencegah bertambahnya korban.
"Penanggulangan paska tsunami hendaknya fokus pada langkah dan tindakan medis bagi warga yang terluka. Selain tim medis dan unsur-unsur BPBD setempat, pimpinan Polri dan TNI hendaknya juga mengerahkan satuan-satuan terdekat untuk menolong para korban luka," kata Bambang di dalam keterangannya, Senin (24/12).
Pria yang akrab disapa Bamsoet ini meminta tenda penampungan, rumah sakit darurat dan obat-obatan, penyediaan selimut, dapur umum hingga ragam kebutuhan Balita segera disediakan. Dia juga meminta PT PLN bisa segera memulihkan listrik untuk warga setempat.
"Untuk percepatan pemulihan suasana, pimpinan DPR mendorong PLN dan Pertamina memastikan ketersediaan daya listrik dan BBM agar masyarakat dapat kembali beraktivitas sebagaimana biasanya," ungkapnya.
Bamsoet juga mengapresiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam menangani bencana tsunami di Banten. Politikus Partai Golkar ini mengaku akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pimpinan institusi penanganan bencana untuk mempercepat penanganan bencana.
Diketahui, jumlah korban dan kerusakan akibat tsunami Banten atau di Selat Sunda bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB, tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang.
"Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak. Tidak ada korban warga negara asing. Semua warga Indonesia. Korban dan kerusakan ini meliputi di 4 kabupaten terdampak yaitu di Kabupaten Pandeglang, Serang, Lampung Selatan dan Tanggamus," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya.