Video berisi narasi penangkapan pendakwah ternama, Habib Umar bin Hafidz saat tabligh akbar di Samarinda dipastikan hoaks. Kepolisian sempat menemui sejumlah pemimpin majelis pengajian untuk mengklarifikasi kabar bohong itu.
Majelis pengajian memang menjadi bagian dari pelaksanaan tabligh akbar itu. Selain majelis pengajian, polisi juga bertemu sekretaris panitia Tabligh Akbar, KH Zaini Naim yang juga Ketua MUI kota Samarinda.
"Dari Minggu (14/10) sore kemarin sampai malam tadi kita memang bertemu sejumlah majelis untuk mengklarifikasi itu," kata Wakil Kapolresta Samarinda, AKBP Dedi Agustono ditemui merdeka.com di Mapolresta Samarinda, Jalan Slamet Riyadi, Senin (15/10).
Dedi menegaskan, saat ini tim siber sedang bekerja mengusut pengunggah sebaran hoaks itu yang dikabarkan ada di Sumedang, Jawa Barat. "Masih proses lidik. Tim siber Polda, juga dari Mabes Polri," ujar Dedi.
"Tidak bisa dikatakan cepat atau lambat. Biarkan tim bekerja ya. Kita cari tahu, profiling Valeria Donna Donovan (pemilik akun) itu siapa," tambahnya.
Terkait kabar, Valeria mendapatkan video itu dari istri perwira polisi, Dedi juga belum bisa memastikan kebenarannya. Namun yang jelas, pengamanan penceramah dalam tabligh akbar berikutnya di Samarinda menggunakan Brimob bersenjata lengkap, jadi bahan evaluasi tersendiri.
"Pengamanan melekat itu sudah pasti kita evaluasi. Juga untuk meminimalisir interpretasi bermacam-macam di tengah masyarakat," tegas Dedi.
Seperti diketahui, sejak Sabtu (13/10), beredar postingan video dengan narasi akun facebook Valeria Donna Donovan soal penangkapan Habib Umar. Meski dia mengklarifikasinya, namun postingan itu menjadi viral. Penangkapan Habib Umar, dipastikan hoaks.