DPR Minta Polri Dalami Kasus 821 Kg Sabu dari Jaringan Timur Tengah

"Polri harus bisa mengungkap juga (lebih jauh), jaringan orang Pakistan dan Yaman ini, agak surprise ini Timur Tengah jaringannya," tutur Trimedya

Rita
Oleh Rita - Reporter
DPR Minta Polri Dalami Kasus 821 Kg Sabu dari Jaringan Timur Tengah
Bareskrim Gerebek Ruko Penyimpanan 821 kg Sabu di Taktakan Serang. ©2020 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Anggota Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan mengapresiasi kinerja Polri terkait pengungkapan kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 821 kilogram yang dilakukan jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Yang menjadi hal baru, tidak biasanya tangkapan tersebut berasal dari jaringan Timur Tengah.

"Polri harus bisa mengungkap juga (lebih jauh), jaringan orang Pakistan dan Yaman ini, agak surprise ini Timur Tengah jaringannya," tutur Trimedya dalam keterangannya, Minggu (24/5).

Menurut Trimedya, penegakan hukum terhadap pelaku harus dilaksanakan dengan tegas. Dalam pemusnahan barang bukti pun diharapkan tidak ada yang tersisa.

"Kita harus kawal penegakan hukumannya. Nah, barang bukti yang diterima itu jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan. Karena kalau klaimnya Polri 4,5 triliun, kan enggak main-main itu," jelas dia.

Trimedya pun meminta Kapolri Jenderal Idham Azis dapat memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional tersebut.

"Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu, dan Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan reward kepada mereka itu. Tentu tidak sedikit waktu tenaga bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap itu," Trimedya menandaskan.

Sebelumnya, Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo memimpin rilis pengungkapan kasus tersebut pada Jumat 21 Mei 2020 malam.

Dua tersangka ditangkap di ruko Jalan Takari, Taktakan, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten. Kasus itu sendiri telah diselidiki sejak Desember 2019.

"Mereka mencoba menyamarkan sabu tersebut dengan buah asam kranji. Pelaku yang kami amankan inisial BA dari Pakistan dan AS dari Yaman," kata Listyo.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Rekomendasi