Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok akan menyelenggarakan debat kedua pada Senin (30/11). Ada yang berbeda kali ini. Pasangan calon tidak semua datang ke studio. Sebab calon wali kota nomor urut 02 Mohammad Idris sedang menjalani perawatan di RSUD Depok karena Covid-19. Idris sudah menjalani perawatan sejak diketahui positif pada Rabu (25/11).
Ketua KPU Kota Depok Nana Sobharna mengatakan, debat tetap berjalan sesuai rencana. Idris tetap mengikuti debat secara virtual melalui aplikasi Zoom.
"Formasi 2:1 dan rencananya pak Idris ikut secara virtual," katanya, Minggu (29/11).
Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi Idris untuk bisa mengikuti debat secara virtual. Salah satunya adanya surat keterangan kesehatan bahwa kondisinya stabil dan tidak menggunakan ventilator.
"Kita menunggu surat tersebut. Jika sudah kami terima baru bisa (ikut debat)," kata Komisioner KPU Depok, Mahadi.
Secara teknis, di dalam kamar Idris akan diawasi oleh dua orang. Yaitu dari KPU dan Bawaslu. Kedua pengawas itu akan dilengkapi dengan pakaian hazmat.
Dia menjamin tidak ada kecurangan dalam debat kendati Idris mengikuti secara virtual.
"Kan ada kami sebagai pengawas. Jadi teknisnya sama seperti di studio, yang berbeda hanya lokasi saja karena Pak Idris dari rumah sakit," ungkapnya.
Mahadi menuturkan, di wilayah lain seperti Indramayu dan Kalimantan pun melakukan hal serupa. Pasangan yang sakit dapat tetap mengikuti debat dengan ketentuan berlaku.
"Ini kan kesamaan hak (peserta). Ya kita berikan hak mereka," paparnya.