TV Korsel Minta Maaf karena Pakai Gambar Pizza Saat Tayangkan Tim Olimpiade Italia

Pizza untuk Italia, Drakula untuk Rumania, dan Chernobyl untuk Ukraina. Inilah gambar dan keterangan yang digunakan televisi Korea Selatan untuk menggambarkan negara-negara dalam acara pembukaan Olimpiade Tokyo.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
TV Korsel Minta Maaf karena Pakai Gambar Pizza Saat Tayangkan Tim Olimpiade Italia
Tim Olimpiade Italia ditampilkan di stasiun televisi Korea Selatan, MBC, bersama gambar pizza. ©Screen capture dari MBC/BBC

Pizza untuk Italia, Drakula untuk Rumania, dan Chernobyl untuk Ukraina. Inilah gambar dan keterangan yang digunakan televisi Korea Selatan untuk menggambarkan negara-negara dalam acara pembukaan Olimpiade Tokyo.

MBC kemudian meminta maaf setelah tampilan visual itu dikritik, disebut “menyinggung” dan “konyol”.

Saluran televisi tersebut mengatakan pihaknya ingin mempermudah penonton memahami negara-negara tersebut dengan cepat tapi mengakui itu adalah “kesalahan yang tidak dapat dibenarkan”.

Dalam konferensi pers pada Senin, CEO MBC, Park Sung-jae meminta maaf, mengatakan pihaknya telah merusak nilai-nilai persahabatan, solidaritas, dan kerukunan Olimpiade”.

“Saya menundukkan kepada dan meminta maaf sedalam-dalamnya,” ujarnya, dikutip dari BBC, Senin (26/7).

Park menambahkan, MBC akan melakukan segala upaya untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi.

Sebuah utas Twitter oleh jurnalis lepas Raphael Rashid menarik perhatian luas atas deskripsi “unik” di mana bahkan kerusuhan sipil tidak luput dari perhatian.

Ketika atlet Haiti berjalan ke stadion, misalnya, sebuah keterangan di layar menggambarkan negara itu sebagai negara "dengan situasi politik yang tidak stabil karena pembunuhan presiden".

Dan ketika tim Suriah masuk, tertulis keterangan: "Perang saudara yang telah berlangsung selama 10 tahun."

MBC pernah melakukan kesalahan yang sama sebelumnya. Stasiun televisi itu didenda karena menggunakan keterangan dan gambar yang sama pada upacara pembukaan Olimpiade Beijing 2008. Saat itu MBC menyebut Zimbabwe "sebagai negara dengan inflasi yang mematikan".

Rekomendasi