Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terus menimbulkan polemik. Setelah kemarin dikabarkan membocorkan rahasia intelijen kepada Rusia, kini dia dikabarkan sempat meminta mantan Direktur Biro Penyelidik Federal, James B. Comey, Jr., menghentikan penyelidikan dugaan persekongkolan penasihat keamanan nasionalnya, Michael T. Flynn, dengan Rusia.Surat kabar The New York Times melansir kabar itu, Rabu (17/5), hal itu dibuktikan dengan sebuah catatan ditulis Comey selepas mengikuti rapat di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., Februari lalu."Saya berharap kamu bisa melepaskan hal (penyelidikan) itu," tulis Comey dalam memonya.Pesan dalam memo itu menjadi bukti Trump berusaha menggunakan kekuasaannya buat menekan Departemen Kehakiman dan penyelidikan FBI. Yaitu mengusut dugaan kolusi antara anak buah Trump dengan Rusia.Kemarin, Ketua Komite Pengawasan dari Partai Republik, Jason Chaffetz, meminta FBI memberikan seluruh catatan dan rekaman dalam bentuk apapun antara Trump dan Comey.Dalam catatan itu, menurut dua sumber, Comey merinci percakapan antara dia dan Trump, tepat sehari setelah Flynn mengundurkan diri. Kemudian, tulisan itu sengaja dia pisahkan sebagai upaya mendokumentasikan bagaimana upaya Trump menghentikan penyelidikan tengah berlangsung. Lantas, catatan itu dia perlihatkan kepada sejawat seniornya di FBI."Saya berharap kamu dapat melihat dengan jelas cara buat melepasnya. Membiarkan Flynn lepas. Dia adalah orang baik," kata sumber membacakan itu kepada reporter The New York Times.Dalam pertemuan itu, Trump juga berusaha meyakinkan Comey kalau Flynn sama sekali tidak melakukan kesalahan. Comey saat itu juga tidak membantah dan hanya menyatakan, "Saya setuju kalau dia (Flynn) orang baik,". Pihak Gedung Putih lantas menyangkal isi dari catatan itu. Mereka menyatakan Trump berkali-kali mengatakan kalau Flynn adalah orang baik yang melayani dan melindungi Amerika Serikat."Presiden tidak pernah meminta Comey atau siapapun menghentikan penyelidikan terhadap Flynn," tulis perwakilan Gedung Putih dalam pernyataan pers.
Beberapa pengamat kini menyebut jika benar, maka tindakan dilakukan Trump adalah bentuk menghalangi penegakan hukum. Hal itu merupakan kejahatan dan kalau terbukti bisa membuat Trump dilengserkan dan dibawa ke meja hijau.