Pangkalan Udara Bagram, termasuk penjaranya, yang menahan 5.000 narapidana, jatuh ke tangan Taliban, seperti dilaporkan AP.
Kepala distrik Bagram, Darwaish Raufi menyampaikan bekas pangkalan Amerika Serikat (AS) yang juga menahan pejuang Taliban dan ISIS itu diambil alih pada Minggu, seperti dikutip dari laman Newsweek, Selasa (17/8).
Pada Minggu, Taliban juga berhasil menduduki ibu kota negara Afghanistan, Kabul. Sebelumnya, pejuang Taliban mulai melakukan pengepungan di Jalalabad.
Kelompok ekstremis ini juga merebut ibu kota provinsi Maidan Wardak, Khost, Kapisa, dan Parwan, termasuk pos perbatasan yang dikendalikan pemerintah.
Kabul dilanda kepanikan. Helikopter terbang sepanjang hari untuk mengevakuasi personel Kedutaan Besar AS. Asap membubung di dekat halaman kedutaan saat staf membakar dokumen-dokumen penting, dan bendera Amerika diturunkan. Beberapa perwakilan negara asing juga bersiap untuk membawa keluar warga negaranya.
Lebih dari 60 negara mengeluarkan pernyataan bersama yang didistribusikan Departemen Luar Negeri AS pada Minggu malam waktu Washington. Pernyataan tersebut mengatakan mereka yang berada dalam kekuasaan dan pemerintah di seluruh Afghanistan bertanggung jawab melindungi nyawa dan harta benda manusia, dan bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan keamanan dan ketertiban sesegera mungkin.