Setelah dikecam habis-habisan lantaran pernyataan kontroversial melarang muslim masuk Amerika Serikat, kini bakal calon presiden Partai Republik itu berulah lagi. Kali ini Trump semakin menunjukkan keseriusannya dalam 'memotong' akses orang Islam untuk masuk AS.
Trump membuat sebuah iklan komersil televisi demi mendulang namanya dalam pemilihan calon presiden partainya sudah mulai ditayangkan sejak hari ini, Selasa (5/11).
"Saya sangat bangga terhadap iklan ini, meski saya tidak tahu apakah ini saya butuhkan atau tidak, namun saya tidak ingin melewatkan semua kesempatan, karena jika saya menang maka Amerika akan kembali menjadi besar," ujar Trump pada kemarin, seperti dikutip dari CNN.
"Tim sukses telah menghabiskan dana yang tak sedikit dengan hasil yang terbaik dan ini yang negara ini butuhkan," sambungnya.
Trump memang sanggup menghabiskan sekitar USD 2 juta (Rp 27,6 miliar) setiap minggunya demi mengangkat namanya di setiap tempat kampanye.
Iklan berdurasi 30 detik tersebut menampakkan wajah pengusaha kaya ini. Dua tersangka insiden teror San Bernardino juga ditampilkan dalam cuplikan iklan.
Dengan kata-kata yang provokatif, Trump kembali meminta masyarakat Amerika Serikat untuk menolak muslim masuk ke Negeri Paman Sam itu.
"Hingga kita dapat mengetahui apa yang sedang terjadi," tulis Trump dalam iklannya tersebut.
Tak hanya warga muslim yang jadi korban. Trump juga menampilkan imigran gelap Meksiko dalam pariwara kampanyenya itu.
Trump bahkan menggunakan rekaman gambar di Maroko, guna mengejek para imigran. Maroko merupakan tempat masuknya para imigran gelap itu.
Saksikan tayangan iklan kontroversial Donald Trump di bawah ini: