Seluk-beluk prostitusi kelas atas di AS, pengakuan seorang mucikari

Dia punya 10 ribu pelanggan papan atas.

Pandasurya Wijaya
Oleh Pandasurya Wijaya - Reporter
Seluk-beluk prostitusi kelas atas di AS, pengakuan seorang mucikari
kristin davis. ©deathandtaxesmag.com

Prostitusi di Amerika Serikat saat ini masih dilarang. Namun layaknya di belahan dunia mana pun, sesuatu yang dilarang justru bisa tumbuh subur secara diam-diam.Pengakuan seorang perempuan mucikari bernama Kristin Davis atau biasa disebut "Manhattan Madam" menguak seluk beluk prostitusi kelas atas di Negeri Paman Sam. Bagaimana ceritanya? Berikut pengakuan Davis seperti dilansir dari xojane.com akhir tahun lalu.Saya dulu biasa menjual seks.Saya sering disebut mucikari. Tapi sebutan 'madam' itulah yang paling melekat kepada diri saya selama ini. Sebutan ini tentu sering dibenci oleh banyak orang karena mereka menganggap saya memaksa perempuan untuk menjual diri dan membuat mereka terancam bahaya.Sebelum Anda menilai, saya menulis ini untuk mematahkan banyak pandangan tentang industri seks dan seperti apa sebenarnya seluk beluk dunia mucikari.Saya menjadi 'madam' selama lima tahun. Saya mengelola agen perempuan panggilan paling sukses di New York. Saat itu saya mempekerjakan 120 perempuan. Saya punya lima apartemen di Manhattan dan rumah tinggal di Boston, Washington D.C, Philadelphia, Miami, Las Vegas dan California.Selama lima tahun menjadi 'madam' saya bekerja dengan lebih dari 500 wanita dan mewawancarai lebih dari seribu kandidat. Perusahaan saya meraup jutaan dolar dan membayar pajak. Saya ditangkap pada 2008 karena berhubungan dengan mantan Gubernur New York Eliot Spitzer. Dia adalah salah satu klien agensi saya, meski bukan klien papan atas.Daftar klien saya mencapai lebih dari 10 ribu orang. Mereka terdiri dari

atlet terkenal, politisi papan atas, bos-bos Wall Street, dan bintang film.Saya mengenal industri seks pertama kali ketika bekerja sebagai asisten seorang bos perusahaan pialang saham. Tiap kali si bos menang saham besar dia akan merayakannya dengan pergi ke Las Vegas dan menghabiskan waktu dengan para model cantik. Itu sudah biasa, ketika menang besar di pasar saham, mereka merayakannya. Saya harus mengatur semua keperluan bos, termasuk mencari para perempuan kelas atas untuk dia.Si bos biasanya membawa wanita-wanita cantik itu berbelanja barang mewah, makan di restoran mahal, nonton pertunjukan, dan ke kelab malam. Para perempuan itu perlakukan dengan baik dan mendapat bayaran setimpal.Orang biasanya menilai para perempuan itu adalah pelacur yang dipaksa dan pria yang menyewa mereka akan merendahkan para wanita itu. Pendapat itu ada benarnya tapi tidak selalu.

Rekomendasi