Konferensi Paris desak Israel akhiri pendudukan atas Palestina

Konferensi Paris desak Israel akhiri pendudukan atas Palestina. 70 Negara yang ikut serta dalam konferensi perdamaian di Paris, Prancis mendesak Israel untuk mengakhiri pendudukan terhadap Palestina. Namun, Israel menolak seruan itu dan menganggap konferensi hanya memaksakan permintaan Palestina.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Konferensi Paris desak Israel akhiri pendudukan atas Palestina
jalur gaza. ©2012 Merdeka.com

70 Negara yang ikut serta dalam konferensi perdamaian di Paris, Prancis mendesak Israel untuk mengakhiri pendudukan terhadap Palestina. Tak hanya itu, mereka juga mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik tak berkesudahan di Timur Tengah.Pernyataan ini dinyatakan di akhir konferensi, seluruh peserta mendesak agar Israel menarik mundur wilayahnya sesuai dengan perbatasan di tahun 1967, sesuai dengan regulasi PBB. Kedua negara juga diminta untuk tak melakukan tindakan sepihak yang mengganggu proses negosiasi, demikian dilansir aawsat.com, Senin (16/1).Pengumuman itu juga dihadiri Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu menggambarkan konferensi itu sebagai 'napas terakhir' dari masa lalu dan tidak akan membantu untuk proses perdamaian."Konferensi di Paris adalah konferensi mengada-ada. Itu digelar oleh warga Prancis dan Palestina. Bertujuan untuk mengganggu Israel yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional kita. Tentu saja, telah membuat kesenjangan besar atas perdamaian akibat sikap keras Palerstina dan menempatkan kita lebih jauh dari negosiasi tanpa syarat," keluh Netanyahu.Sebaliknya, Presiden Prancis Francois Hollande meyakini pertemuan itu telah menghasilkan butir perdamaian yang adil bagi kedua belah pihak. Baginya, seluruh dunia harus bertindak untuk mengatasi konflik antara Israel dan Palestina."Solusi dua negara terancam dan ada kebutuhan untuk melestarikannya. Sekarang bukan saatnya untuk berhenti. Solusi dua negara adalah satu-satunya cara dan satu-satunya solusi yang akan menjawab aspirasi kedua belah pihak dan hak-hak yang sah," tegasnya.Indonesia juga turut ambil bagian dalam konferensi ini, yang dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir. Dalam pidatonya, Fachir menekankan solusi dua negara merupakan jawaban atas upaya perdamaian di Timur Tengah.

Rekomendasi