Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kementerian Luar Negeri belum dapat informasi soal Rusia latihan militer di Papua

Kementerian Luar Negeri belum dapat informasi soal Rusia latihan militer di Papua Ilyushin-76. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bulan lalu militer Rusia menempatkan 110 tentara dan sejumlah pesawat militernya di Bandara Biak, Papua. Kabar ini sempat membuat gerah Australia karena mereka menduga kedatangan militer Rusia untuk memata-matai mereka. Namun pihak Rusia mengatakan kedatangan mereka hanya untuk melakukan latihan.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir belum mengetahui maksud dan tujuan Rusia di Papua.

"Terkait dengan latihan militer Rusia di Papua, saya belum mendengar ada latihan. Yang saya tahu beberapa saat yang lalu, pesawat Rusia melewati kawasan kita. Tapi kalau latihan masih harus dicek," kata Arrmanatha di Kementerian Luar Negeri, Kamis (4/1).

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku sudah mendengar informasi bahwa serdadu militer Rusia melakukan pelatihan di Biak sehingga menimbulkan kecurigaan Australia. Namun, informasi itu belum terkonfirmasi.

"Sudah dengar tapi belum telepon (pihak Rusia dan Australia)," ungkapnya di Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Wiranto berencana menghubungi pihak Rusia. Terpisah, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto enggan berkomentar soal pelatihan serdadu militer Rusia di Biak. Hadi mengaku bakal mencermati dahulu informasi tersebut baru memberikan respons.

"Saya lihat dulu masalahnya," ucapnya.

Dilansir dari laman ABC News, Minggu (31/12), Kementerian Pertahanan Australia sempat menerapkan status siaga di Pangkalan Angkatan Udara di Darwin, karena menduga angkatan udara Rusia melakukan misi mata-mata melalui pelatihan militer di Biak. Kecurigaan ini bukan tanpa alasan, sebab serdadu militer Rusia tidak hanya membawa dua pesawat pengangkut Ilyushin (Il-76) dan 81 personel, tetapi juga menurunkan dua pesawat pembom taktis Tupolev (Tu-95) yang bisa membawa hulu ledak nuklir.

"Angkatan Bersenjata Australia sengaja meningkatkan kewaspadaan buat menghadapi situasi yang berkembang," demikian pernyataan disampaikan Kementerian Pertahanan Australia.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP