Kabur 24 tahun ke luar negeri, pastor AS pelaku pelecehan seksual akhirnya diadili
Merdeka.com - Mantan pastor di New Mexico, Amerika Serikat, Arthur Perrault (80), dijadwalkan akan hadir di pengadilan hari ini. Perrault sebelumnya kabur dari Amerika Serikat beberapa dekade lalu di tengah dugaan pelecehan seksual pada anak. Dia juga pernah mengaku terkena kanker yang ternyata menurut jaksa tidak diidapnya.
Dilansir dari Time, Selasa (25/9), Perrault diekstradisi ke New Mexico minggu lalu dari Moroko atas tujuh kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi antara tahun 1991 dan 1992 di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland dan Pemakaman Nasional Santa Fe.
Dalam dokumen pengadilan, para korban menjelaskan bahwa Perrault memberikan iming-iming hadiah dan makanan sebelum menyiksa mereka. Para korban juga menjelaskan bahwa Perrault gemar mengisap cerutu dan memakai celana dalam sutra.
Dokumen lain juga menuliskan, pria kelahiran Connecticut ini menuliskan permohonan maaf kepada orang tua salah satu korban tahun 1971. Selain itu, Perrault juga memohon maaf atas tindakannya yang mengaku terkena kanker, padahal tidak.
Perrault diekstradisi ke New Mexico minggu lalu dari Morocco atas kasus pelecehan seksual yang diduga terjadi antara tahun 1991 dan 1992 di Pangkalan Angkatan Udara Kirtland dan Pemakaman Nasional Santa Fe.
Dalam sidang pertamanya minggu lalu, Perrault mengaku tidak bersalah. Dia juga menjelaskan kepada hakim AS bahwa sebelumnya dia mengalami stroke selama tiga tahun, tuli sebelah telinga dan kesulitan berjalan.
FBI mengatakan Perrault sempat melarikan diri ke Kanada, lalu Tangier, Maroko. Di Maroko dia bekerja di sekolah Bahasa Inggris untuk anak-anak hingga tahun lalu.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya