Mengatasi perubahan iklim global membutuhkan lebih dari sekadar "slogan kosong" dan rombongan besar. Demikian dikatakan utusan senior China untuk PBB Zhang Jun kemarin di tengah kritik atas gagalnya Presiden China Xi Jinping menghadiri KTT Perubahan Iklim di Glasgow, Skotlandia.
"Menanggapi perubahan iklim membutuhkan tekad yang teguh dan tindakan berkelanjutan, bukan slogan kosong, kebijakan yang tidak berubah, iring-iringan mobil mewah dan rombongan yang ramai, atau bahkan membiarkan orang tertular secara tidak bertanggung jawab!" tulis Zhang, Wakil Tetap China untuk PBB.
Dilansir dari laman Reuters, Rabu (3/11), Presiden Xi tidak menghadiri pembicaraan COP26 secara langsung, dan hanya menyampaikan pernyataan tertulis kepada para kepala sesi negara pada hari Senin (1/11). Sejawatnya dari AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan di Glasgow, ketidakhadiran Xi adalah "kesalahan besar".
Zhang menulis di Twitter, China mengumumkan rencana aksi dan target kebijakan baru menjelang COP26, dan memiliki delegasi di lapangan. Dia juga mengkritik catatan Amerika Serikat tentang iklim, dengan mengatakan Beijing "tidak pernah menarik diri dari Perjanjian Paris."
"Pemerintah AS harus sungguh-sungguh memenuhi tanggung jawabnya dan menghasilkan langkah-langkah pengurangan emisi yang spesifik, dan tidak mencoba mengalihkan perhatian dan menyalahkan orang lain," jelasnya.
Reporter Magang: Ramel Maulynda Rachma