Di AS, sudah biasa polisi tangkap pengendara moge nakal saat touring

Di AS dan Australia polisi tak cuma 'mengawal' pawai pengendara moge, tapi juga menjaga hak pengguna jalan lain

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Di AS, sudah biasa polisi tangkap pengendara moge nakal saat touring
Polisi Amerika Serikat tilang peserta touring Harley Davidson yang melanggar aturan lalin. ©2015 Merdeka.com/topix.co

Publik kembali membicarakan ulah pengendara sepeda motor gede (moge) yang dinilai meresahkan. Perdebatan kali ini dipicu aksi warga Yogyakarta, Elanto Wijoyono alias Joyo, aktivis sosial setempat yang menegur belasan pengendara Moge karena menerobos lampu merah perempatan Ring Road Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, kemarin (15/8) sore.

Dalam video yang direkam rekan Joyo lalu kini viral di Youtube, terlihat polisi mengawal para pengendara moge itu tapi tak berbuat apa-apa. Pengguna Facebook pun menumpahkan kekesalan pada polisi karena justru membiarkan moge melanggar aturan lalu lintas. "Coba kalau pengendara motor bebek atau ibu2 pasti langsung di semprit," tulis akun Sahid Maryanto.

Lalu sebetulnya bagaimana sebetulnya praktik touring komunitas moge di luar negeri? Apakah dikawal dan difasilitasi polisi seperti di Indonesia?

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilansir oleh situs Stasiun Televisi WMBF pada 18 Mei 2015 lalu, pengguna moge merek Harley Davidson baru saja menggelar jambore nasional di Kota Horry County, Negara Bagian South Carolina, Amerika Serikat. Bagaimana relasi penunggang moge dengan polisi di sana? Ternyata cukup berbeda dengan praktik di Indonesia.

Kepolisian Horry County memang mengawal pawai para pecinta Harley, tapi tak segan-segan menangkap mereka yang melanggar aturan lalu lintas. Juru bicara Kepolisian Horry County, Letnan Raul Dennis, menyatakan selama pawai, mereka menahan 27 pengendara moge karena mengendara secara sembrono atau kedapatan minum alkohol sambil mengebut.

Selain menahan pengendara yang kebangetan, ada 153 surat tilang dilayangkan pada para pemilik Harley lantaran melanggar aturan lalu lintas, misalnya mengebut di atas batas maksimal atau melanggar tanda larangan berhenti. Total denda yang terkumpul mencapai USD 32.652 (setara Rp 452 juta).

"Sangat wajar bila terjadi pelanggaran mengingat banyak orang terlibat di dalamnya," kata Denis.

Di New South Wales, Australia, pada 4 Maret lalu, para penggemar Harley yang tergabung dalam Harley Owner Group (HOG) juga menggelar touring. Hanya ada satu mobil polisi yang dilibatkan untuk mengawal mereka di barisan depan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tapi, jangan salah. Menurut situs motorbike news, polisi sudah mengatur lebih dulu rute yang boleh ditempuh para pengedara moge. Dipastikan bahwa 1.500 peserta hanya melewati kawasan yang tidak terdapat lampu merah serta sepi penduduk. Alhasil, pawai berlangsung lancar, dan pengendara moge juga senang karena menikmati pemandangan pedesaan selama pawai.

Rekomendasi