Bahrain sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel, seperti disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Twitter pada Jumat, menjadi negara Arab pertama yang meniru keputusan Uni Emirat Arab (UEA) bulan lalu.
Seorang perwakilan Bahrain direncanakan bergabung dengan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed bin Sultan Al-Nahyan dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington untuk upacara penandatanganan di Gedung Putih pada Selasa. Demikian disampaikan pernyataan bersama yang dirilis ketiga negara.
"Ini terobosan bersejarah untuk perdamaian lebih lanjut di Timur Tengah," kata pernyataan bersama tersebut, yang diunggah Donald Trump di Twitter, dikutip dari Middle East Eye, Sabtu (12/9).
"Membuka dialog dan hubungan antara dua masyarakat yang dinamis dan ekonomi maju akan meneruskan transformasi positif di Timur Tengah dan meningkatkan stabilitas, keamanan, dan kemakmuran di wilayah tersebut."
PM Israel, Benjamin Netanyahu langsung menyambut pengumuman tersebut dalam sebuah video pernyataan, mengatakan hal itu menandai sebuah "era baru perdamaian."
"Selama bertahun-tahun, kami berinvestasi dalam perdamaian, dan sekarang perdamaian akan berinvestasi pada kami, akan menghasilkan investasi yang benar-benar besar dalam ekonomi Israel - dan itu sangat penting," kata Netanyahu.
Raja Bahrain, berbicara melalui telepon dengan Trump dan Netanyahu, mengulangi pentingnya mencapai perdamaian abadi dan adil antara Israel dan Palestina, berdasarkan solusi dua negara, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Bahrain, BNA.
Advertisement
Sementara itu, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) mengecam kesepakatan tersebut, menyebutnya pengkhianatan atas perjuangan rakyat Palestina.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri UEA merilis sebuah pernyataan memuji langkah tersebut sebagai langkah signifikan menuju era keamanan dan kemakmuran. Pernyataan tersebut juga menyebut langkah Bahrain akan memperluas ruang lingkup kerja sama ekonomi, budaya, ilmiah, dan diplomatik.
Dalam unggahan di Twitter, Presiden Mesir, Abdel Fattah El sisi mengapresiasi "langkah penting" terbentuknya hubungan resmi Bahrain dan Israel. Mesir adalah negara Arab pertama yang menormalisasi hubungan dengan Israel pada 1978 dalam Perjanjian Camp David. Kemudian menyusul Yordania pada 1994 dalam Perjanjian Oslo dan selanjutnya UEA pada 13 Agustus 2020.