Empat orang wanita asal Asia Tenggara disandera dan dipaksa bekerja sebagai pekerja seks di Pulau Jeju, Korea Selatan.
Mereka berhasil diselamatkan oleh Kepolisian Korea Selatan pada Maret lalu. Sedangkan keempat tersangka pelaku penyanderaan telah ditangkap pada Selasa (12/04).
Polisi mendapat laporan setelah salah seorang korban kabur pada 4 Maret lalu untuk mencari bantuan.
Dengan bantuan Interpol, polisi setempat berhasil menemukan para broker pelaku sandera yang sempat pergi meninggalkan Korea Selatan.
Keempat wanita ini dikurung oleh broker yang sebelumnya menyamar sebagai agen imigrasi.
Dilansir dari The Straits Times, Rabu (12/4), para wanita ini datang ke Korea Selatan bulan November lalu untuk bekerja. Mereka dijanjikan akan bekerja sebagai pelayan di bar di Pulau Jeju.
Advertisement
Pejabat kedutaan
Nahas, mereka malah dipekerjakan sebagai pekerja seks dan dikurung di studio bawah tanah rumah bordil, yang letaknya hanya 1 kilometer dari bar yang dijanjikan sebelumnya oleh para agen palsu.
Empat orang tersangka telah ditangkap, termasuk seorang pemilik bar Korea Selatan berusia 40-an, istrinya yang berkebangsaan China, dan dua kaki tangannya.
Mereka menjalankan bisnis secara diam-diam dengan meminta "pelanggan" untuk melakukan reservasi jika ingin menerima layanan seks.
Para tersangka kini telah dikirim ke kantor kejaksaan.
Laporan lokal menunjukkan pejabat kedutaan dari negara terkait juga telah mengunjungi pulau Jeju untuk menyelidiki kasus tersebut.
Reporter magang: Yobel Nathania