Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

10.000 Aparat keamanan jaga perbatasan Hungaria dari pengungsi

10.000 Aparat keamanan jaga perbatasan Hungaria dari pengungsi Tempat pengungsian di Jerman kebakaran. ©Reuters/Wolfgang Rattay

Merdeka.com - ikitnya 1.300 imigran terhenti perjalanannya di pintu perbatasan Hungaria. Pasalnya, salah satu negara di Eropa ini memang menutup diri dari pengungsi. Lembaga pengungsi PBB UNHCR, menyebutkan, para imigran terhenti saat menuju perbatasan Serbia-Hungaria. Sebanyak 10.000 tentara Hungaria sudah menjaga perbatasan tersebut. UNHCR mengatakan, seperti dikutip dari BBC Sabtu (9/7), para imigran tidak bisa kembali lagi ke Serbia sebab ilegal. Lagipula cukup jauh bagi para pengungsi jika hendak ke Serbia, sekitar delapan kilometer dari perbatasan. Sementara itu, pemerintah Serbia sendiri bakal mengadukan Hungaria ke Pengadilan Internasional apabila mengirim kembali para imigran ke Serbia. "Kami (UNHCR) sangat memperhatikan masalah ini, mengenai praktik penolakan imigran di perbatasan," kata juru bicara UNHCR wilayah Budapest, Erno Simon. PBB mengungkapkan sekitar 800 imigran sudah diterima di wilayah Serbia dekat perbatasan. Sayangnya, penampungan dan sanitasi kurang memadai. Pada Jumat pekan lalu, pemerintah Serbia melakukan rapat darurat setelah lebih dari 500 imigran masuk ke negaranya dari Bulgaria dan Makedonia dalam kurun waktu 24 jam. Sementara itu pemerintah Hungaria, melalui Kepala Staf Perdana Menteri Hungaria Janos Lazar menyebutkan pemerintah kini menomor satukan perlindungan terhadap negara. "Hari ini, perlindungan Hungaria dan Eropa menjadi tugas pemerintah. Untuk Hungaria, penjagaan yang terpenting. Penghentian imigrasi ilegal merupakan kunci dari isu ini," ucap Lazar. Sedikitnya 400.000 pengungsi melewati Hungaria tahun lalu, namun hanya 500 orang saja yang diterima dan mendapat jaminan perlindungan internasional. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP