#2019GantiPemred

Kamis, 11 Juli 2019 20:42:35 Reporter: Tim Merdeka
#2019GantiPemred Pimred Baru Merdeka.com. ©2019 Merdeka.com

Jarum jam di markas redaksi kami, Jalan Tebet Barat, menunjukkan pukul satu siang. Para tamu undangan telah hadir. Kudapan sederhana pun sudah tersaji di meja ruang tengah redaksi. Waktunya memulai acara penting yang akan menjadi bagian dari cerita dan sejarah perjalanan merdeka.com.

Juli 2019 ini, merdeka.com memiliki pemimpin redaksi baru. Keputusan bulat yang sudah diambil jajaran petinggi atau bahasa kerennya adalah Board of Director (BOD) PT. Kapanlagi Youniverse (KLY).

Chief Content Officer KLY, Wenseslaus Manggut menceritakan proses panjang mencari sosok pemimpin redaksi. Salah satu syaratnya, merdeka.com harus dikomandoi orang yang selama ini membesarkannya.

"Ini menjadi bagian dan bentuk apresiasi terhadap orang-orang yang punya andil besar," ujar pria yang akrab disapa Kak Wens.

Butuh waktu dua tahun untuk mempersiapkan pemimpin redaksi baru. Proses diskusi dan lobi tak pernah berhenti. Hingga akhirnya surat keputusan keluar dari meja BOD. "Dengan bangga saya perkenalkan Pemred baru merdeka.com, Mas Ramadhian," kata Kak Wens disambut riuh tepuk tangan.

Tidak sampai di situ, diangkatnya Ramadhian Fadillah diikuti juga dengan penunjukkan wakil pemimpin redaksi. Guyonan kami awak redaksi merdeka, Ramadhian representasi 'kelompok militer'. Karena perjalanan karier wartawannya cukup lama dihabiskan dengan berkecimpung di dunia militer.

Sebagai penyeimbang 'kekuatan militer', maka wakilnya harus berasal dari sipil. Maka dipilih sosok dari 'kalangan ulama'. Jadilah duet pemimpin merdeka representasi nasionalis religius.

"Kita perkenalkan juga, Haji Mohammad Hasits sebagai wakil pemimpin redaksi," lanjut Kak Wens.

Acara perkenalan pemred dan wapemred baru merdeka.com digelar secara sederhana. Jelas tanpa mengurangi maknanya. Ramadhian meneruskan tongkat estafet kepemimpinan yang selama setahun terakhir dikomandoi Mohamad Teguh.

Pak Teguh sapaannya atau yang lebih senang dipanggil Pakde, memutuskan untuk memfokuskan diri menjadi pemimpin redaksi di dua televisi nasional naungan EMTEK Grup. SCTV dan Indosiar. Sebelumnya, Pakde juga sudah menanggalkan jabatan Pemred Liputan6.com dan memercayakannya ke Irna Gustiawati.

"Sekarang kita punya dua penyerang. Pemred merdeka dan Liputan6," kata Pakde dengan gaya khasnya yang penuh guyon.

Dua pemimpin redaksi baru, baik merdeka dan Liputan6, berasal dari generasi muda. Kecenderungan saat ini, media digital dipimpin kalangan milenial yang punya pemikiran luas.

"Orang muda dengan pemikiran beda. Kalau tua terus, nanti tua seperti saya pemikirannya," kata Pakde disambut tawa.

Memang sudah dua tahun ini Ramadhian alias Ian mengaku ditawari kursi pemimpin redaksi. Tapi menolak. Alasannya satu; Jadi pemimpin redaksi itu berat. Lebih berat daripada rindu, seperti kata andalannya Dilan. "Saya enggak pernah membayangkan jadi pemred," kata Ian.

Tapi, apapun tugas yang diberikan, itu adalah panggilan. Ibarat tentara pergi ke medan perang, tugas menjadi pemred harus dilakoni.

Pembaca yang budiman, bagi kami, sosok pemred bukan hanya pengambil keputusan dan penanggung jawab urusan redaksi. Tapi lebih besar dari itu. Sebagai sosok bapak dan kakak bagi seluruh awak redaksi.

Maka, dengan pemimpin baru ini, doakan kami tetap punya andil dan peran penting sebagai pilar keempat demokrasi. Tak hanya memberikan informasi, tapi menjadi penjernih dari segala yang 'blur'

Selamat bertugas pemred dan wapemred baru. Terima Kasih Pakde Teguh untuk setahun terakhir yang penuh arti.

Salam dari Tebet Barat

[did]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini