PT Jasaraharja Putera bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar seminar dan forum diskusi bertajuk "Peran Asuransi Pariwisata dalam Memperkuat Penerapan Pariwisata Berkualitas di Indonesia" di Hotel Sheraton Belitung Resort, Senin (6/10).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan berbagai kementerian dan lembaga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta asosiasi pelaku industri pariwisata nasional. Forum tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan dan masukan mengenai penguatan ekosistem asuransi pariwisata sebagai instrumen mitigasi risiko demi mewujudkan pariwisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menegaskan pentingnya asuransi pariwisata dalam melindungi wisatawan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi wisata Indonesia.
"Asuransi pariwisata memiliki peran penting dalam memberikan perlindungan bagi wisatawan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap destinasi pariwisata Indonesia. Kolaborasi erat antara penyedia asuransi dan pelaku industri pariwisata akan menghadirkan ekosistem wisata yang lebih tangguh, berdaya saing, serta berorientasi pada keberlanjutan," ujar Abdul Haris.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menyebut penerapan asuransi pariwisata merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan pariwisata berkualitas sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
"Asuransi pariwisata bisa menjadi standar baru dalam menciptakan rasa aman, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di tingkat global. Oleh karena itu, keterlibatan sektor asuransi, pelaku usaha, serta pemerintah daerah menjadi kunci agar instrumen ini dapat berjalan efektif dan inklusif," tegas Rizki.
Advertisement
Dalam sesi diskusi panel, hadir sejumlah narasumber antara lain Rizki Handayani Mustafa, Mr. Arup Kumar (Principal Financial Sector Specialist, Asian Development Bank), Muhammad Anshori (Deputi Direktur Pengaturan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK), Ihda Muktiyanto (Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kementerian Keuangan), serta Abdul Haris (Direktur Utama Jasaraharja Putera).
Para pembicara menekankan pentingnya kebijakan yang mendorong perluasan cakupan asuransi pariwisata, peningkatan literasi masyarakat, dan penguatan koordinasi lintas sektor agar industri pariwisata Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penyelenggaraan forum ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk menarik 14–16 juta wisatawan mancanegara dan mendorong 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara pada 2025.
Keberadaan asuransi pariwisata yang inklusif diharapkan mampu memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap destinasi Indonesia serta meningkatkan rasa aman dan kenyamanan selama berwisata.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman mengenai peran strategis asuransi pariwisata serta tersusunnya rekomendasi kebijakan yang dapat dijadikan acuan pemerintah dalam memperkuat implementasi pariwisata berkualitas di Indonesia.