Volume Transaksi ICDX Melonjak di Hari Pertama 2026, Lampaui Rata-rata Harian Tahun Lalu

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat peningkatan signifikan pada Volume Transaksi ICDX di hari pertama perdagangan 2026, melebihi rata-rata harian tahun sebelumnya. Apa pemicu optimisme ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Volume Transaksi ICDX Melonjak di Hari Pertama 2026, Lampaui Rata-rata Harian Tahun Lalu
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat peningkatan signifikan pada Volume Transaksi ICDX Awal 2026, melampaui rata-rata harian tahun sebelumnya dan menunjukkan optimisme pasar yang kuat. (AntaraNews)

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) memulai tahun 2026 dengan catatan positif. Pada hari pertama perdagangan, ICDX berhasil membukukan total volume transaksi yang impresif.

Tercatat, volume transaksi mencapai 28.621 lot, melampaui rata-rata transaksi harian sepanjang tahun 2025. Angka ini menjadi indikator kuat bagi optimisme pertumbuhan ICDX ke depan.

Direktur ICDX, Nursalam, menyatakan bahwa pencapaian ini menjadi dasar keyakinan untuk menargetkan pertumbuhan sebesar 20 persen di tahun 2026. Transaksi ini terdiri dari multilateral dan sistem perdagangan alternatif.

Volume transaksi ICDX pada hari pertama perdagangan 2026 terbagi menjadi dua kategori utama. Transaksi multilateral menyumbang 3.778 lot, sementara Transaksi Sistem Perdagangan Alternatif mencapai 24.843 lot.

Secara keseluruhan, nilai notional nasional pada perdagangan hari pertama ini mencapai Rp130,3 triliun. Angka ini mencerminkan aktivitas perdagangan yang sangat dinamis di bursa komoditas.

Notional Value transaksi multilateral tercatat sebesar Rp843,5 miliar. Sementara itu, Notional Value transaksi sistem perdagangan alternatif jauh lebih besar, mencapai Rp129,4 triliun.

Pencapaian volume transaksi ICDX ini secara signifikan melampaui rata-rata transaksi harian ICDX sepanjang tahun 2025. Rata-rata harian tahun sebelumnya hanya sebesar 19.874 lot.

Dalam transaksi multilateral, kontrak komoditas emas GOLDUDMic menjadi primadona dengan volume 1.024 lot. Kontrak ini berhasil membukukan Notional Value sebesar Rp74,6 miliar.

Di sisi transaksi sistem perdagangan alternatif, kontrak mata uang XAUUSD14 mendominasi. Kontrak tersebut mencatat volume transaksi sebanyak 6.780 lot.

Nilai notional untuk XAUUSD14 sangat fantastis, mencapai Rp41,4 triliun, menunjukkan minat investor yang tinggi. Ini menegaskan posisi penting kontrak tersebut dalam perdagangan alternatif.

Direktur ICDX, Nursalam, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendorong pertumbuhan volume transaksi. Berbagai upaya inovasi berkelanjutan akan dilakukan guna memberikan kemudahan serta pelayanan prima.

Salah satu strategi utama ICDX adalah dengan mendorong peningkatan transaksi multilateral. Ini merupakan langkah untuk memperkuat pasar komoditas domestik.

Selain itu, ICDX juga akan gencar melaksanakan kegiatan literasi dan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi publik dalam perdagangan derivatif.

Dalam upaya ini, ICDX berencana melibatkan semua pemangku kepentingan terkait. Otoritas dan para pelaku pasar akan diajak berkolaborasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, target pertumbuhan 20 persen di tahun 2026 dapat tercapai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi