Ternyata, Potensi Energi Terbarukan di Indonesia Mencapai 3.700 GW, Kontribusi Terbesar dari Matahari

Potensi ini menjadi aset berharga bagi Indonesia dalam melakukan transformasi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Ternyata, Potensi Energi Terbarukan di Indonesia Mencapai 3.700 GW, Kontribusi Terbesar dari Matahari
PLTB ini bisa mengaliri listrik 360 ribu pelanggan 450 KV. Proyek ini bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 35.000 MW, sekaligus bagian dari upaya Pemerintah mencapai target ba (© 2025 Liputan6.com)

Indonesia memiliki kapasitas energi terbarukan yang mencapai 3.700 GW, dengan kontribusi terbesar berasal dari sumber energi matahari, air, dan geotermal. Selain itu, Indonesia juga berpotensi memanfaatkan limbah melalui sistem waste to energy.

Dalam hal ekosistem hutan, negara ini tercatat sebagai pemilik hutan tropis terbesar ketiga di dunia, serta memiliki ekosistem mangrove seluas 3,3 juta hektar yang berfungsi sebagai penyerap karbon.

Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Utama IDSurvey, Arisudono Soerono, dalam acara Green Summit 2025.

Menurutnya, potensi ini menjadi aset berharga bagi Indonesia dalam melakukan transformasi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.

“Berbicara terkait circular economy, potensi daur ulang, efisiensi sumber daya, serta green packaging dapat menjadi fokus dalam mekanisme pengelolaan sampah. Semua hal ini memposisikan Indonesia dapat menjadikan tantangan menjadi peluang dalam ranah transformasi hijau,” kata dia seperti ditulis Liputan6.com.

IDSurvey berkomitmen untuk mendorong praktik bisnis yang lebih hijau dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah pemangku kepentingan strategis, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan PT Wasteforchange Alam Indonesia (W4C).

Masih dalam rangkaian acara Green Summit 2025, IDSurvey menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi praktik bisnis hijau melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai stakeholders penting, seperti Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dan PT Wasteforchange Alam Indonesia (W4C).

“Kami memahami jalan menuju keberlanjutan dan transisi hijau tidaklah mudah. Implementasi yang belum merata, standar dan transparansi yang masih terbatas, serta meningkatkan kepercayaan berbagai pihak adalah tantangan lain yang tumbuh sejalan dengan implementasi keberlanjutan. Maka dari itu, kami tidak hanya membimbing, namun memverifikasi dan memastikan bahwa transisi hijau tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi juga terukur dan terpercaya,” jelasnya.

Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat ekosistem hijau nasional serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan Net Zero Emission (NZE).

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Capai 3.700 GW Listrik
PLTB ini bisa mengaliri listrik 360 ribu pelanggan 450 KV. Proyek ini bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 35.000 MW, sekaligus bagian dari upaya Pemerintah mencapai target ba © 2025 Liputan6.com

Sebelumnya, Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), mengungkapkan bahwa bauran energi baru terbarukan di Indonesia telah mencapai angka 16 persen. Angka ini mengalami peningkatan dari capaian tahun 2024 yang berada di angka 14,6 persen.

Namun, untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen, Eniya menegaskan bahwa masih banyak tugas yang harus diselesaikan.

"Alhamdulillah terbaru saya bisa menjawab 16 persen. Jadi ini baru pertama mencapai 16 persen, dan 23 persen masih PR," ujarnya di Jakarta pada Kamis, 11 September 2025.

Pencapaian 16 persen ini diperoleh berkat penambahan kapasitas terpasang EBT yang mencapai 876,5 MW. Saat ini, total kapasitas terpasang EBT di Indonesia mencapai 15,2 GW, yang setara dengan sekitar 14,5 persen dari total kapasitas pembangkit nasional yang mencapai 105 GW.

"Jadi ada catatan COD (commercial operation date) yang tambahan dari panas bumi, lalu COD beberapa PLTS kecil, itu ada. Sehingga tambahannya bisa mencapai bauran energy mix 16 persen," tambah Eniya.

Dia juga menyatakan rasa syukurnya karena angka tersebut berhasil dicapai lebih cepat dari proyeksi awal, yang memperkirakan bahwa campuran energi bersih 16 persen baru akan tercapai pada tahun 2026.

"Saya tuh prediksi minimumnya tuh tahun depan akhir. Ternyata Alhamdulillah bisa tercapai," tuturnya.

Potensi Energi Terbarukan Indonesia Capai 3.700 GW Listrik
PLTB ini bisa mengaliri listrik 360 ribu pelanggan 450 KV. Proyek ini bagian dari proyek percepatan pembangunan pembangkit 35.000 MW, sekaligus bagian dari upaya Pemerintah mencapai target ba © 2025 Liputan6.com

Implementasi bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) masih menghadapi tantangan, terutama dari sektor industri yang masih bergantung pada energi fosil, seperti batu bara dan minyak.

"Gas kita lagi drilling kan, ini PR dari kementerian ESDM, SKK Migas itu juga menaikkan lifting migas," ucapnya.

Dengan adanya situasi ini, Eniya berharap agar pada akhir tahun 2025, dapat terwujud pembangkit listrik bersih lainnya, baik itu dalam bentuk Mikrohidro (PLTMH) maupun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Eniya optimis bahwa dengan upaya yang dilakukan, target penggunaan EBT dapat tercapai.

"Mudah-mudahan (di akhir 2025) bisa 16,5 persen atau ke 17 persen. Mudah-mudahan COD-nya terealisasi," pungkas Eniya.

Rekomendasi