Ternyata, Masyarakat Indonesia Habiskan Rp64 Triliun untuk Beli Rokok dalam Setahun

Rokok menjadi salah satu penyebab atau biang kerok kemiskinan di Indonesia.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ternyata, Masyarakat Indonesia Habiskan Rp64 Triliun untuk Beli Rokok dalam Setahun
Ternyata, Masyarakat Indonesia Habiskan Rp64 Triliun untuk Beli Rokok dalam Setahun (Merdeka.com)

jumlah perokok di Indonesia terus bertambah dan mencapai jumlah 69,1 juta orang.

Rokok terbukti berkontribusi pada naiknya angka kemiskinan di Indonesia. Pada Januari 2023, Kementerian Kesehatan mempublikasikan bahwa jumlah perokok di Indonesia terus bertambah dan mencapai jumlah 69,1 juta orang pada tahun 2021. Pengeluaran 69,1 juta orang itu untuk rokok diprediksi mencapai Rp64 triliun per tahun.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kemenkes mengutip hasil studi Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS UI) yang memperlihatkan peningkatan pengeluaran rokok sebesar satu persen akan meningkatkan kemungkinan rumah tangga menjadi miskin sebesar enam persen.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Hal ini terbukti, di mana Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat garis kemiskinan Sumut pada Maret 2023 naik 1,85 persen dibandingkan September 2022. Utamanya disebabkan karena harus memenuhi kebutuhan beras dan rokok.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada Maret 2023, beras dan rokok yang digolongkan ke kategori makanan memiliki andil terbesar dalam meningkatkan garis kemiskinan Sumut menjadi Rp602.999 per kapita per bulan dari Rp592.025 per kapita per bulan pada September 2022.

Beras berandil terbanyak yaitu 20,76 persen terhadap garis kemiskinan di perkotaan pada Maret 2023, sementara di pedesaan 29,79 persen.
Dok. Istimewa

Setelah beras, rokok kretek filter berdampak terbanyak kedua pada garis kemiskinan di perkotaan (12,63 persen) dan perdesaan (9,94 persen).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dilihat dari segi wilayah, garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan Sumut meningkat pada Maret 2023. Di perkotaan, garis kemiskinan Rp626.782 per kapita per bulan (naik 1,88 persen dibandingkan enam bulan sebelumnya) dan di pedesaan Rp573.500 per kapita per bulan (naik 1,72 persen dibandingkan September 2022).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin mengatakan, kemiskinan di Sumatera Utara sebenarnya bisa dikurangi dengan mengurangi konsumsi rokok.

"Jika mampu mengurangi atau menghapus konsumsi rokok, saya yakin semakin banyak masyarakat yang keluar dari garis kemiskinan," ujar Gunawan kepada Antara di Medan.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Data BPS yang menunjukkan bahwa kenaikan garis kemiskinan Sumut pada Maret 2023 salah satunya karena rokok adalah sesuatu yang memprihatinkan.

"Kalau kebutuhan akan rokok dihilangkan, uang itu bisa digunakan untuk membeli kebutuhan yang lebih penting misalnya beras. Masyarakat sebenarnya menyadari hal ini tetapi tidak mampu berbuat apa-apa karena cenderung menganggap rokok itu sebuah kebutuhan," kata Gunawan.

Rekomendasi