Tahukah Anda? Tenun Badui Banten Jadi Unggulan di Inacraft 2025 dengan Variasi Warna dan Corak Baru!

Tenun Badui Banten siap memukau pasar global di Inacraft 2025! Dengan variasi warna dan corak baru, warisan budaya ini berpotensi besar mengangkat ekonomi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Tenun Badui Banten Jadi Unggulan di Inacraft 2025 dengan Variasi Warna dan Corak Baru!
Tenun Badui Banten siap memukau pasar global di Inacraft 2025! Dengan variasi warna dan corak baru, warisan budaya ini berpotensi besar mengangkat ekonomi masyarakat. (Merdeka.com)

Produk kerajinan Tenun Badui dari Banten telah ditetapkan sebagai unggulan utama dalam ajang pameran The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025. Pameran bergengsi ini akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) mulai tanggal 1 hingga 5 Oktober 2025 mendatang. Kehadiran Tenun Badui diharapkan dapat menarik perhatian pengunjung dengan inovasi variasi warna dan corak yang semakin beragam.

Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten, Iwan Hermawan, menyatakan bahwa pihaknya secara konsisten memberikan pembinaan dan dukungan fasilitas. Hal ini dilakukan bagi para penenun Badui untuk memastikan kualitas dan kuantitas produksi. Dukungan tersebut mencakup bantuan alat tenun tradisional serta pasokan benang yang memadai.

Dengan demikian, semua permintaan pasar dapat dipenuhi secara optimal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi Tenun Badui sebagai produk fesyen sekaligus warisan budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Badui.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banten terus berkomitmen dalam mengembangkan potensi Tenun Badui. Menurut Iwan Hermawan, pembinaan dan fasilitas yang diberikan sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan produksi. Bantuan berupa alat tenun tradisional dan benang memastikan para perajin dapat bekerja dengan efisien dan memenuhi tingginya permintaan pasar.

Peningkatan keterampilan perajin menjadi fokus utama agar produksi Tenun Badui mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Iwan Hermawan menegaskan, "Tenun Badui bukan sekadar produk fesyen, tapi warisan budaya yang bisa mengangkat ekonomi masyarakat." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya Tenun Badui sebagai aset budaya dan penopang ekonomi.

Upaya ini juga memastikan bahwa kualitas produk tetap terjaga seiring dengan peningkatan volume produksi. Dengan dukungan berkelanjutan, diharapkan Tenun Badui dapat terus berinovasi tanpa kehilangan identitas aslinya. Hal ini juga membantu perajin lokal untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan tren pasar.

Ketua Dekranasda Banten, Tinawati Andra Soni, menyatakan keyakinannya terhadap kualitas wastra Banten, khususnya Tenun Badui. Produk-produk ini telah melalui proses kurasi ketat sehingga siap untuk bersaing di pasar global. "Setiap produk yang dipamerkan sudah melalui kurasi dari Dekranas, sehingga memiliki kualitas tinggi," ujarnya.

Tenun Badui dinilai memiliki identitas yang kuat dan menjadi representasi Banten dalam pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara tersebut. Tinawati berharap Tenun Badui dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kerajinan lain di Banten. Hal ini menunjukkan potensi besar Tenun Badui sebagai lokomotif ekonomi kreatif daerah.

Seorang pembeli bernama Diana mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Tenun Badui. "Apalagi warna dan corak yang ditampilkan saat ini sudah beragam," katanya. Menurut Diana, kualitas yang ditawarkan oleh Tenun Badui mampu bersaing dengan produk-produk kerajinan lain di Indonesia, menunjukkan daya saing yang tinggi.

Inacraft 2025 akan menjadi panggung bagi 975 stan UMKM dari seluruh Indonesia, dengan mengusung tema "Craft, Culture, and Future." Pameran ini menjadi kesempatan emas bagi Banten untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat kerajinan nasional. Partisipasi aktif dalam ajang ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk UMKM Banten.

Melalui ajang Inacraft, Dekranasda Banten berharap masyarakat Badui dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung. Dengan semakin dikenalnya Tenun Badui di pasar nasional dan internasional, kesejahteraan perajin diharapkan dapat meningkat. Tinawati menegaskan, "Yang lebih baik, bisa kita terapkan di Banten," yang berarti kesuksesan Tenun Badui bisa menjadi model bagi pengembangan produk lokal lainnya.

Pameran ini bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga tentang promosi budaya dan edukasi kepada masyarakat luas. Tenun Badui, dengan segala keunikan dan kualitasnya, diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk mencintai produk lokal dan melestarikan warisan budaya Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi