Tahukah Anda? Peran Bulog Jaga Inflasi Sulteng Didukung Penuh Pemprov, Ribuan Ton Beras Disalurkan!
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mendukung penuh Peran Bulog Jaga Inflasi Sulteng melalui distribusi bantuan pangan besar-besaran, demi stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam upaya menjaga stabilitas inflasi di wilayah tersebut. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, yang menekankan pentingnya peran Bulog bagi kesejahteraan masyarakat.
Dukungan ini diwujudkan melalui pelepasan penyaluran Bantuan Pangan Beras dan Minyakita di Palu, yang merupakan bagian dari alokasi periode Oktober–November. Program strategis ini dirancang untuk menjangkau lebih dari 233 ribu penerima manfaat yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Sulteng.
Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menekan laju inflasi, tetapi juga sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Terlebih, program ini menjadi antisipasi penting menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, di mana biasanya terjadi peningkatan permintaan dan potensi kenaikan harga pangan.
Dukungan Penuh Pemprov untuk Stabilitas Harga
Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program yang dijalankan oleh Bulog. Ia menegaskan bahwa inflasi yang tidak terkendali akan sangat memberatkan masyarakat.
“Kalau inflasi tidak sehat, maka masyarakat pasti menjerit,” kata Reny Lamadjido saat melepas penyaluran bantuan tersebut.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi Peran Bulog Jaga Inflasi Sulteng dalam memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau. Kehadiran pemerintah melalui program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat.
Distribusi Bantuan Pangan dan Antisipasi Nataru
Penyaluran bantuan pangan ini mencakup total distribusi yang signifikan, yaitu lebih dari 4.665 ton beras dan 933 ribu liter minyak goreng. Jumlah ini menunjukkan skala besar intervensi pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasar.
Program ini secara khusus menargetkan lebih dari 233 ribu penerima manfaat di seluruh kabupaten/kota se-Sulteng, memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi kenaikan harga pangan yang kerap terjadi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dengan adanya distribusi bantuan ini, diharapkan tekanan inflasi dapat diredam dan masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang. Peran Bulog Jaga Inflasi Sulteng sangat krusial dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan.
Komitmen Bulog Serap Hasil Panen Petani
Selain menyalurkan bantuan, Bulog juga menunjukkan komitmennya untuk mendukung petani lokal. Wakil Gubernur meminta bantuan jajaran perangkat daerah, TNI, dan Satgas Pangan Polda untuk menyampaikan informasi penting kepada para petani.
Informasi tersebut adalah bahwa Bulog Sulteng siap membeli hasil panen petani, asalkan kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan mencegah mereka merugi akibat harga jatuh.
“Jadi petani tidak perlu takut, karena Bulog siap membeli,” tegas Wagub. Komitmen ini memperkuat Peran Bulog Jaga Inflasi Sulteng dari sisi hulu, memastikan pasokan bahan pangan tetap terjaga dan kesejahteraan petani terjamin.
Sumber: AntaraNews