Tahukah Anda? Kesiapan Avtur Pertamina di Bandara Syamsudin Noor Jadi Kunci Kelancaran Penerbangan Kalsel
Pertamina Patra Niaga meninjau Kesiapan Avtur Pertamina di Bandara Syamsudin Noor, memastikan pasokan energi vital ini optimal dan mendukung penerbangan di Kalimantan Selatan.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan baru-baru ini melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kesiapan distribusi bahan bakar pesawat udara (avtur) di Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan keandalan pasokan energi yang krusial bagi sektor penerbangan dapat berjalan secara optimal dan tanpa hambatan. Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pertamina dalam menjaga kualitas layanan.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari Management Walkthrough (MWT). MWT bertujuan untuk memastikan seluruh operasional di lapangan telah sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan. Proses ini sangat vital untuk mengidentifikasi potensi kendala dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Isfahani menegaskan bahwa keandalan pasokan energi, khususnya avtur, sangat bergantung pada kualitas operasional dan kepatuhan terhadap standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Peninjauan langsung ini menjadi bukti nyata komitmen manajemen untuk memastikan standar tersebut dijalankan secara konsisten. Bandara Syamsudin Noor sendiri merupakan salah satu hub penerbangan utama di Kalimantan Selatan, sehingga distribusi avtur harus dipastikan aman, lancar, dan sesuai standar operasional.
Pentingnya Pengawasan Distribusi Avtur
Keandalan pasokan avtur adalah fondasi utama bagi kelancaran aktivitas penerbangan, dan Pertamina Patra Niaga memahami betul urgensi ini. Isfahani menyoroti bahwa kualitas operasional yang tinggi dan kepatuhan ketat terhadap standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi faktor penentu. Tanpa kedua aspek ini, risiko gangguan pasokan dapat meningkat, berpotensi mengganggu jadwal penerbangan dan mobilitas masyarakat.
Kegiatan Management Walkthrough (MWT) yang dilakukan oleh manajemen Pertamina adalah bentuk komitmen langsung. Ini memastikan bahwa setiap tahapan operasional, mulai dari penerimaan hingga penyaluran avtur, dilakukan sesuai prosedur terbaik. Dengan demikian, keandalan pasokan avtur dapat terjaga secara optimal.
Bandara Syamsudin Noor memegang peranan penting sebagai salah satu pusat penerbangan utama di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, distribusi avtur di lokasi ini harus selalu dipastikan aman, lancar, dan memenuhi standar operasional tertinggi. Pengawasan ketat terhadap Kesiapan Avtur Pertamina di lokasi strategis ini menjadi prioritas.
Perluasan Pengawasan hingga Titik Distribusi Lain
Komitmen Pertamina Patra Niaga dalam menjaga keandalan pasokan energi tidak hanya terbatas pada avtur di bandara. Selain meninjau AFT Bandara Syamsudin Noor, Pertamina Patra Niaga juga melakukan MWT di Integrated Terminal (IT) Banjarmasin. Lokasi ini merupakan titik distribusi krusial untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam peninjauan di IT Banjarmasin, manajemen secara langsung mengamati seluruh rantai operasional. Proses ini mencakup penerimaan produk energi dari pemasok, penyimpanan dalam tangki, hingga penyaluran ke berbagai titik distribusi. Dialog intensif juga dilakukan dengan tim operasional di lapangan.
Dialog tersebut berfokus pada penerapan budaya keselamatan kerja, yang merupakan aspek tak terpisahkan dari operasional Pertamina. Isfahani menekankan bahwa IT Banjarmasin adalah titik krusial dalam sistem distribusi energi di Kalimantan Selatan. "Kami ingin memastikan seluruh proses dari hulu ke hilir berjalan efisien, aman, dan sesuai standar," ujarnya, menegaskan pentingnya Kesiapan Avtur Pertamina dan produk lainnya.
Komitmen Pertamina untuk Keandalan Energi Regional
Melalui serangkaian kunjungan langsung ini, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmen kuatnya. Mereka bertekad untuk memperkuat pengawasan langsung terhadap titik-titik kritis operasional di seluruh rantai pasokan. Hal ini dilakukan demi menjaga Kesiapan Avtur Pertamina dan produk energi lainnya.
Pengawasan yang ketat ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan layanan energi di seluruh daerah Kalimantan Selatan. Dengan memastikan setiap tahapan operasional berjalan sesuai standar, Pertamina berupaya meminimalkan risiko gangguan pasokan. Ini sangat penting untuk mendukung stabilitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Komitmen ini mencerminkan visi Pertamina untuk menjadi penyedia energi yang terpercaya dan berkelanjutan. Dengan fokus pada efisiensi, keamanan, dan kepatuhan standar, Pertamina Patra Niaga berupaya terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan regional. Keandalan pasokan energi adalah prioritas utama.
Sumber: AntaraNews