Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian (Kementan) secara aktif meningkatkan mutu layanan publik. Upaya ini bertujuan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian serta kesejahteraan para petani di seluruh Indonesia.
Peningkatan layanan Kementan ini diungkapkan dalam kegiatan PVTPP onTalk Edisi Khusus "Forum Komunikasi Publik (FKP)" yang digelar secara virtual di Jakarta pada Kamis, 5 September. Acara tersebut membahas hasil Survei Kepuasan Masyarakat Pusat PVTPP Semester I Tahun 2025.
Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati, menegaskan pentingnya profesionalisme, transparansi, dan inklusivitas. Layanan ini mencakup perizinan, pelepasan varietas, hingga pendaftaran pupuk, yang krusial bagi ekosistem pertanian.
Advertisement
Advertisement
Leli Nuryati menekankan komitmen Kementan untuk melakukan perbaikan berkelanjutan pada sistem layanan yang ada. Setiap kendala yang muncul akan segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari pemeliharaan sistem yang efektif. Hal ini penting untuk peningkatan kualitas layanan pada semester berikutnya.
Penguatan integritas aparatur menjadi fokus utama bagi Pusat PVTPP. Mereka tengah mengawal pencapaian Wilayah Bebas Korupsi (WBK) di tingkat nasional. Ini menunjukkan keseriusan dalam memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan.
Data responden survei integritas telah disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung transparansi layanan publik secara menyeluruh. Kementan bertekad menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan akuntabel.
Advertisement
Masyarakat diharapkan tidak segan melaporkan jika menemukan petugas yang kurang berintegritas. Ini adalah bagian dari partisipasi publik dalam mengawasi dan meningkatkan kualitas layanan.
Advertisement
Selain fokus pada integritas, PVTPP juga mendorong inovasi ramah lingkungan melalui pengembangan Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) Go Green. Inisiatif ini merupakan bentuk dukungan terhadap efisiensi penggunaan sumber daya. Perbaikan layanan teknis juga terus berjalan.
Koordinator Layanan Pelepasan Varietas Tanaman Pusat PVTPP Kementan, Nani Suwarni, menjelaskan penyempurnaan aplikasi pendaftaran Si Petasan. Aplikasi ini akan diintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS) untuk kemudahan akses.
Target utama tahun ini adalah memastikan aplikasi dapat berfungsi dengan baik. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) verifikator melalui pelatihan juga menjadi prioritas. Hal ini demi memastikan proses verifikasi berjalan optimal.
Advertisement
Koordinator Layanan Perizinan Pusat PVTP Kementan, Dwi Herteddy, menegaskan bahwa semua prosedur layanan harus dijalankan sesuai aturan yang berlaku. Setiap layanan memiliki metode, prosedur, dan biaya yang jelas. Ini mencegah adanya jalan pintas dalam proses perizinan.
Advertisement
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa layanan publik di sektor pertanian harus menjadi contoh. Sektor ini memiliki peranan penting dalam menambah daya gedor perekonomian nasional. Peningkatan layanan Kementan sangat vital.
Mentan menyatakan bahwa semua pelayanan publik di lingkup Kementerian Pertanian harus memiliki kebermanfaatan. Ini berarti layanan tersebut harus mendukung pembangunan perekonomian yang berkelanjutan. Kualitas pelayanan langsung berdampak pada produktivitas.
Melalui hasil survei kepuasan masyarakat semester I tahun 2025, Pusat PVTPP Kementan berkomitmen. Mereka akan menindaklanjuti setiap masukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Ini termasuk memperkuat integritas dan mendorong inovasi berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews