Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dan Republik Seychelles sedang menjajaki potensi kerja sama strategis dalam pengembangan ekonomi biru. Inisiatif ini berpusat pada sektor pariwisata dan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di kawasan pesisir Berau.
Penjajakan kerja sama ini diawali dengan kedatangan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito, di Berau pada hari Jumat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memaparkan konsep 'blue economy' atau ekonomi biru kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat, guna mengidentifikasi area kolaborasi yang paling relevan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Tanjung Redeb, Sabtu, menyatakan bahwa pemerintah daerah sangat berfokus pada pengembangan wisata berbasis ekonomi biru. Komitmen ini mencakup peningkatan ekonomi masyarakat lokal melalui kearifan lokal, serta penyediaan fasilitas pembinaan, pelatihan, dan kredit lunak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Advertisement
Advertisement
Penjajakan kerja sama antara Berau dan Seychelles ini didasari oleh visi pengembangan wisata yang berorientasi pada keberlanjutan. Melalui tindak lanjut penetapan jenis kegiatan, kedua belah pihak akan mengidentifikasi program-program percontohan yang dapat diterapkan di kawasan pesisir Berau.
Fokus utama kerja sama ini adalah mendukung percepatan ekspor berbagai produk yang dihasilkan oleh industri kecil menengah (IKM) dan UMKM lokal. Dengan dukungan Seychelles, produk-produk Berau diharapkan dapat menembus pasar internasional, khususnya di kawasan Afrika dan Eropa, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bupati Sri Juniarsih Mas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Republik Seychelles terhadap kemajuan potensi pariwisata Berau. "Kami berterima kasih atas dukungan Republik Seychelle terhadap kemajuan potensi pariwisata Berau. Beliau juga berharap ada langkah lanjutan kerja sama yang dapat mengangkat potensi Kabupaten Berau," ujarnya, menekankan pentingnya kolaborasi ini.
Advertisement
Advertisement
Nico Barito, Utusan Khusus Presiden Seychelles, mengidentifikasi beberapa program yang sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Berau. Program-program tersebut meliputi pendidikan wisata berbasis komunitas, pembentukan kampung nelayan modern, hingga pengembangan tambak udang organik yang memiliki nilai ekspor tinggi.
Dalam pandangannya, membangun pariwisata tidak selalu harus berlebihan, melainkan harus fokus pada nilai tambah yang dihasilkan. "Bagi kami, membangun pariwisata tidak harus berlebihan, karena yang terpenting adalah nilai tambahnya. Kami menerapkan konsep 'limited', karena semua yang terbatas itu akan memberikan nilai tambah," kata Nico Barito, menjelaskan filosofi di balik pendekatan Seychelles.
Nico Barito juga menekankan peran krusial masyarakat lokal dan pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan program pariwisata. Pengembangan konsep pariwisata yang efektif tidak dapat dilepaskan dari partisipasi aktif pelaku ekonomi lokal, yang menjadi tulang punggung keberlanjutan sektor ini.
Advertisement
Advertisement
Untuk mendukung visi pengembangan pariwisata internasional, Berau berencana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sekolah internasional. Sekolah ini akan berfokus pada peningkatan kemampuan komunikasi dan optimalisasi pelayanan bagi tamu mancanegara, mengingat Berau telah lama menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian dunia.
Pengembangan SDM ini menjadi krusial karena Berau memiliki potensi wisata yang tidak kalah menarik dengan destinasi populer lainnya di Indonesia. "Seperti Bali dan Yogyakarta bisa sebagus itu, butuh dukungan dari berbagai pihak. Kami juga harapkan dukungan untuk Berau karena potensinya juga tidak kalah menarik, sehingga perlu ada kerja sama untuk mendorong ekonomi berkelanjutan," tambah Bupati Sri Juniarsih Mas.
Melalui kerja sama ini, diharapkan Berau tidak hanya mampu menarik lebih banyak wisatawan mancanegara, tetapi juga dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas UMKM dan IKM, serta akses pasar global, menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi ekonomi biru Berau.
Advertisement
Sumber: AntaraNews