Pandemi Covid-19 yang terjadi awal tahun lalu membuat semua kalangan panik. Situasi yang belum pernah terjadi ini membuat pola pengeluaran rumah tangga berdasarkan kelas sosial pun mengalami perubahan. Adaptasi pola konsumsi pun terjadi di semua kelas ekonomi.
"Masyarakat mulai beradaptasi, pola pengeluaran rumah tangga mereka berbeda tergantung kelas sosial," kata Senior Manager, Consumer Intelligence NielsenIQ, Nansita Basuki dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu (23/6).
Pada kelas sosial atas, masyarakat memilih jarang berbelanja keluar. Namun saat berbelanja, mereka membeli dalam ukuran yang lebih besar.
"Kelas atas, mereka mengurangi frekuensi pembelian ke toko tapi membeli dengan ukuran yang besar (lebih banyak)," kata Sita.
Di kelas ekonomi menengah, kunjungan mereka untuk belanja tetap sama dan cenderung stabil. Pengeluaran belanja mereka mengalami peningkatan sedikit dari biasanya.
Sementara itu bagi ekonomi kelas bawah, mereka membeli produk dengan ukuran yang lebih besar. Namun cenderung berpindah ke merek produk yang lain dengan harga yang lebih terjangkau.
"Mereka cenderung membeli produk yang murah tapi dalam jumlah," kata dia.
Berbagai cara tersebut, kata Sita merupakan upaya dari masyarakat dalam mengatur pengeluaran dalam kondisi pandemi Covid-19.
Sebagai informasi, survei yang dilakukan NielsenIQ menunjukkan pengeluaran rumah tangga masyarakat hingga April 2021 mengalami peningkatan hingga 7 persen. Peningkatan ini dorong tingkat keyakinan konsumen yang meningkat dibandingkan tahun lalu.