Strategi BI naikkan suku bunga acuan atasi pelemahan Rupiah masih terlalu lemah

Selasa, 2 Oktober 2018 21:24 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Strategi BI naikkan suku bunga acuan atasi pelemahan Rupiah masih terlalu lemah Faisal Basri. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ekonom Faisal Basri menilai usaha Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan untuk menstabilkan Rupiah masih kurang. Sebab, kebijakan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poins (bps) masih terlalu lemah.

"Naikkan suku bunga acuan, naikkan 50 bps, karena ini penyakitnya sudah kronis, dosisnya harus ditambah. Kalau dinaikkan suku bunga kan asing melihat uang ke Indonesia imbal hasil lebih bagus, tapi sekarang dia belum cukup atraktif, imbal hasil berdasarkan Indonesia pricing obligasi, kita masih rendah," kata Faisal saat ditemui di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Dia juga menegaskan pelemahan Rupiah masih akan terus terjadi selama masih ada defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD). "Tidak peduli kalau pemerintah kan bilang sepanjang CAD di bawah 3 persen terhadap PDB oke, gak ada hubungan, mau berapa persen, itu melemah. Selama defisit pasti melemah," tutupnya.

Sebelumnya, rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis point (bps) menjadi 5,75 persen. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menjelaskan keputusan menaikkan suku bunga tersebut diambil sebagai langkah BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan. "Keputusan tersebut konsisten dengan upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian Global yang masih tinggi," ujarnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini