Sri Mulyani: APBN 2019 menggambarkan optimisme namun penuh kehati-hatian

Rabu, 31 Oktober 2018 17:30 Reporter : Dwi Aditya Putra
Sri Mulyani: APBN 2019 menggambarkan optimisme namun penuh kehati-hatian Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 pihaknya tidak main-main. Sebab sejumlah draft yang disodorkan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilakukan dengan penuh kehati-hatian dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global.

"Desain APBN 2019 menggambarkan optimisme namun dengan tetap menjaga kehati-hatian karena memang lingkungan yang kita hadapi penuh tantangan," kata Sri Mulyani di Ruang Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Rabu (30/10).

Sri Mulyani mengatakan, sikap kehati-hatian dan kewaspadaan tidak berarti membuat perekonomian dan APBN rapuh. Apalagi tantangan nyata pada tahun mendatang adalah perekonomian dunia masih dibayangi oleh ketidakpastian yang bersumber dari Amerika Serikat yang melakukan normalisasi kebijakan moneter.

Sri Mulyani menyebut kebijakan fiskal yang pro-cyclical, telah menyebabkan kenaikan suku bunga dan imbal hasil (yield) surat berharga Amerika yang berimbas ke seluruh dunia. Tak hanya itu penguatan dolar Amerika Serikat (USD) dan pengetatan likuiditas juga menyebabkan arus modal keluar dari negara-negara emerging yang menyebabkan tekanan pada nilai tukar mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Selain itu perang dagang AS dan Tiongkok, ketidakpastian skenario Brexit dan di berbagai negara Eropa, serta ketegangan geopolitik di beberapa kawasan dunia menyebabkan meningkatnya risiko negatif bagi ekonomi global," kata sri Mulyani.

Bendahara Negara ini mengatakan, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini IMF-World Bank pun telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,7 persen, dari sebelumnya sebesar 3,9 persen. Demikian pula tingkat perdagangan dunia yang diturunkan menjadi sebesar 4,0 persen dari sebelumnya 4,5 persen.

"Dengan meningkatnya risiko negatif dari perekonomian global, kita harus meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menjaga perekonomian nasional," kata Sri Mulyani.

Untuk itu, lanjut Sri Mulyani untuk penetapan target-target perekonomian harus diperhitungkan lebih realistis dan menyesuaikan kondisi perekonomian global. Sehingga kebijakan fiskal melalui APBN 2019 dapat menjadi kredibel dan efektif untuk mendukung peningkatan kesejahteraan yang merata dan penurunan tingkat kemiskinan. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini