Sekjen API: Skema kemitraan dengan perusahaan besar rugikan petani
Merdeka.com - Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API),Muhammad Muruddin mengkritikprogram pemerintah dalam meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai (pajale) Indonesia. Alasannya, dalam pengadaan benih pemerintah mendorong petani untuk bekerja sama dengan perusahaan besar, dan ini tidak menguntungkan.'
Murudin menilai, cara pemerintah seperti ini hanya akan membuat petani tidak mandiri dan malah menyebabkan kecenderungan.
Dia mencontohkan, dalam upaya meningkatkan produksi jagung, pemerintah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) bekerja sama dengan perusahaan internasional seperti Monsanto dan Cargill memberikan kredit dan kemudahan kepada petani. Pada kenyataannya, skema itu terbukti membuat petani tidak mandiri dan akan terjangkit ketergantungan akut.
"Sudah tiga tahun skema kemitraan seperti ini menggoyahkan pertanian berkelanjutan yang sejati yakni agroekologi. Terutama ditandai dengan adanya PIS-Agri (Partnership for Indonesia's Sustainable Agriculture) yang menjadikan petani seolah-olah sebagai mitra bagi perusahaan," kata Nuruddin di Hotel Cipta, Mampang, Jakarta, Minggu (20/12).
Pada praktiknya, lanjut Nuruddin, petani dijadikan buruh untuk meningkatkan produksi sehingga bahan baku disediakan perusahaan. Terlebih orientasi kerja sama ini lebih kepada pasar luar negeri. PIS-Agro menggunakan pertanian berkelanjutan yang semu karena masih menggunakan benih dan pupuk dari perusahaan.
"Target pengurangan emisi 20 persen karena skema PIS Agro ini diduga tidak akan tercapai karena emisi akan tetap keluar dari perusahaan-perusahaan mitra PIS Agro yang mengolah produk pertanian hasil petani mitra," imbuhnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya