Tangis Permohonan Anak Migran Berujung Penghentian Deportasi

Seorang anak berusia 12 tahun yang memasuki wilayah kantong Spanyol di Ceuta tanpa pendamping orang dewasa sempat dikawal menuju perbatasan Spanyol-Maroko untuk dipulangkan, Senin (3/8/2026). Proses tersebut dihentikan sesaat sebelum anak itu mencapai perbatasan setelah seorang pejabat tinggi menerima informasi dari warga dan jurnalis bahwa yang bersangkutan masih di bawah umur. Peristiwa itu kembali menyoroti penanganan migran anak tanpa pendamping di perbatasan.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Editor
Tangis Permohonan Anak Migran Berujung Penghentian Deportasi
Seorang anak berusia 12 tahun yang menyeberang ke Spanyol tanpa didampingi orang dewasa dikawal oleh seorang tentara Spanyol ke perbatasan Spanyol-Maroko sementara anak itu memohon agar tidak dikirim kembali ke Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto AP/Bernat Armangue)
1 dari 3 halaman
Tangis Permohonan Anak Migran Berujung Penghentian Deportasi
Seorang anak berusia 12 tahun yang menyeberang ke Spanyol tanpa pendamping menangis saat dikawal oleh seorang tentara Spanyol ke perbatasan Spanyol-Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto AP/Bernat Armangue)
2 dari 3 halaman
Tangis Permohonan Anak Migran Berujung Penghentian Deportasi
Seorang anak berusia 12 tahun yang menyeberang ke Spanyol tanpa pendamping menangis saat dikawal oleh seorang tentara Spanyol ke perbatasan Spanyol-Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto AP/Bernat Armangue)
3 dari 3 halaman
Tangis Permohonan Anak Migran Berujung Penghentian Deportasi
Seorang wanita berbicara dengan seorang migran berusia 12 tahun tanpa pendamping sementara seorang tentara Spanyol mengawal anak tersebut ke perbatasan Spanyol-Maroko dari wilayah kantong Spanyol di Ceuta, Senin, 3 Agustus 2026. (Foto AP/Bernat Armangue)
Rekomendasi