Said Didu Ungkap Penyebab di Balik Tarif Tol Indonesia Termahal se-Asia Tenggara

Jumat, 8 Februari 2019 18:15 Reporter : Anggun P. Situmorang
Said Didu Ungkap Penyebab di Balik Tarif Tol Indonesia Termahal se-Asia Tenggara Said Didu bahas tarif tol. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu, menyarankan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tidak menjadikan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol sebagai 'dagangan politik'. Sebab, hal tersebut dinilai hanya akan membuat pembangunan di Indonesia semakin mahal seperti saat ini.

"Tidak boleh infrastruktur komersial jadi target politik karena semua akan naik, harga tanah akan naik, makanya harga tol kita per kilometer mahal sekali karena dijadikan target politik," jelasnya di Kantor Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).

Said Didu melanjutkan, jika ingin mendorong pembangunan infrastruktur maka Prabowo-Sandi sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden harus memasukkan pembangunan infrastruktur dasar sebagai program kerja. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

"Kalau Prabowo-Sandi menang tolong diaudit karena bebani masyarakat. Kenapa sih ini terjadi, karena saya lihat yang boleh dijadikan target politik adalah infrastruktur dasar, bangun SD sekian," jelasnya.

Dia menambahkan sepanjang pemerintahan Jokowi-JK pembangunan infrastruktur hanya difokuskan pada sektor komersial seperti jalan tol. Sementara infrastruktur dasar seperti gedung Sekolah Dasar (SD), jalan desa dan irigasi terlupakan.

"Infrastruktur itu sebenarnya ada tiga kategorinya. Pertama infrastruktur dasar, kedua infrastruktur ekonomi, ketiga infrastruktur komersial. Infrastruktur dasar itu jalan desa, irigasi, gedung SD, puskesmas," ujar Said Didu.

"Infrastruktur komersial murni kayak tol, sekarang kita lihat yang diprioritaskan pemerintah itu infrastruktur komersial. Yang problem adalah ternyata infrastruktur komersial mengabaikan infrastruktur dasar, banyak yang terabaikan," sambungnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara mengatakan, tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di Asia Tenggara. Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum 2005-2009 ini merincikan, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp 1.300 hingga Rp 1.500/km. Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp 778/km, Malaysia Rp 492/km, Thailand dalam kisaran Rp 440/km, Vietnam dalam kisaran Rp 1.200/km, dan Filipina Rp 1.050/km.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi tarif tol di Indonesia disebut termahal se-Asia Tenggara. Menurut Wapres JK, tidak semua tarif tol di Indonesia itu mahal.

"Tapi tidak semua mahal. Ke Bandung saya murah, Cipularang yang mahal itu yang baru-baru," kata Wapres JK.

Wapres JK menjelaskan, tarif tol memang mahal jika investasi baru dijalankan. "Tergantung kapannya, kalau investasinya baru memang agak mahal," lanjut JK. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini