Respons Garuda Indonesia soal Saham Sempat Turun Akibat Rugi 2018

Jumat, 26 Juli 2019 20:43 Reporter : Merdeka
Respons Garuda Indonesia soal Saham Sempat Turun Akibat Rugi 2018 Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam penyajian ulang (restatement) laporan keuangan untuk tahun buku 2018 tercatat merugi sebesar USD 175,028 juta atau sekitar Rp2,4 triliun. Pelaporan tersebut rupanya berdampak terhadap saham perusahaan yang berkode saham GIAA ini, yang turun 6 poin atau 1,52 persen ke level Rp390 per saham pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat hari ini.

Kendati begitu, Garuda Indonesia optimis pergerakan sahamnya bisa kembali menghijau, lantaran telah bisa memperbaiki laporan keuangannya pada Kuartal 1-2019.

"Tapi kan kalau dilihat kita di kuartal 1 sudah bagus. Kuartal 2 sampai akhir tahun optimis kita akan baik. Setelah itu investor juga oke-oke saja kan. Kita pikir itu akan naik lagi," ucap VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan di Tangerang, Jumat (26/7).

Sebagai informasi, saham GIAA pada perdagangan Sesi I hari ini sempat berada di level tertinggi Rp398 dan terendah Rp388. Total frekuensi perdagangan saham 657 kali dengan volume perdagangan 40.545 saham. Nilai transaksi harian saham Rp1,6 miliar.

Catatan lainnya, Garuda Indonesia juga berhasil memperbaiki catatan keuangannya pada Kuartal I tahun ini, dengan mencatatkan laba bersih sekitar USD 19,7 juta.

Berkaca pada perolehan itu, Ikhsan meyakini catatan tersebut bisa membuka mata para investor bahwa Garuda Indonesia telah berhasil memperbaiki pengelolaan keuangannya. "Optimis naik lagi. Misalnya kita kuartal 1 tahun lalu rugi. Itu periode paling sepi. Tapi kita bisa (membalikkannya pada Kuartal I-2019)," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini