Di tengah kesibukan Plaza Indonesia, kantin karyawan menjadi tempat pekerja berhenti sejenak untuk mengisi tenaga. Sejumlah pekerja terlihat memanfaatkan waktu istirahat untuk makan siang di kantin yang menyediakan beragam menu dengan harga relatif terjangkau.
Kantin karyawan di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, menjadi pilihan bagi pekerja yang ingin makan tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Menu yang tersedia beragam, mulai dari nasi rames dengan berbagai lauk hingga soto dan mi ayam.
Bagi Salin, pekerja magang di sebuah kantor travel, harga makanan di kantin masih sesuai dengan anggaran makan hariannya. Dia biasanya menyiapkan sekitar Rp 30.000 hingga Rp 50.000 untuk makan dalam sehari. Sementara itu, makanan di kantin yang dia temui berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 35.000.
"Karena tempat dan harga makanannya lumayan, tidak terlalu mahal. Dan tempatnya juga cukup bersih, jadi nyaman aja sih," kata Salin saat berbincang dengan merdeka.com di kantin karyawan Plaza Indonesia, Senin (2/11).
Salin tidak selalu makan di kantin. Sesekali, dia memilih makan bersama teman atau membawa tambahan makanan dari luar. Namun, kantin tetap menjadi salah satu pilihan untuk mengisi perut di sela aktivitas kerja.
Kantin karyawan menjadi ruang jeda bagi pekerja yang ingin makan siang sebelum kembali menjalani rutinitas. Selain harga, kebersihan dan kenyamanan tempat juga menjadi pertimbangan.
Bagi pekerja seperti Salin, pilihan makanan dengan harga yang masih terjangkau membantu menjaga pengeluaran harian. Dia bisa menyesuaikan pilihan makan dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki.
Advertisement
Siasat Pedagang Bertahan di Tengah Harga Bahan Naik
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388422/original/095468700_1793612658-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_15.52.26__2_.jpeg)
Tak hanya menjadi tempat pekerja mengisi perut, kantin juga menjadi ladang bagi para pedagang untuk menyambung usaha. Salah satunya Sunardi (61) yang sudah berjualan sekitar 12 tahun di kantin karyawan Plaza Indonesia.
Dari balik lapaknya, dia menyajikan beragam pilihan makanan, mulai dari nasi rames, soto betawi, bakso, hingga mi ayam. Menurutnya, pembeli paling ramai datang menjelang makan siang.
"Kalau yang paling ramai itu sekitar setengah dua belas sampai jam setengah dua. Kalau sudah lewat jam setengah dua, biasanya mulai sepi," kata Sunardi.
Sebagian besar pembelinya merupakan karyawan yang bekerja di kantor dan karyawan Plaza Indonesia. Mereka datang untuk makan sebelum kembali melanjutkan aktivitas. Namun, di tengah rutinitas tersebut, Sunardi mengaku harus menyesuaikan usaha dengan perubahan harga bahan baku.
Kenaikan harga sayuran, daging, cabai, dan bawang menjadi tantangan bagi pedagang untuk mempertahankan harga jual.
Sunardi mengaku memilih sedikit mengurangi porsi makanan dibandingkan langsung menaikkan harga. "Kalau menaikkan harga itu agak risiko kan. Jadi, istilahnya biar enaknya ya agak dikurangi porsinya sedikit, supaya pembeli tidak kaget," ujar Sunardi.
Menurut Sunardi, perubahan harga bahan baku tidak selalu terjadi secara bersamaan. Ada bahan yang naik, tetapi ada pula yang harganya relatif stabil atau turun.
Karena itu, dia berusaha menyesuaikan porsi secara bertahap agar pelanggan tetap nyaman membeli makanan di tempatnya. Selama berjualan, Sunardi juga berusaha mempertahankan pelanggan dengan menyediakan beragam pilihan menu.
Dia mengaku terkadang menerima permintaan pelanggan yang ingin mencoba makanan berbeda. Permintaan tersebut sebisa mungkin ia penuhi agar pelanggan tetap memiliki pilihan.
"Namanya pelanggan kan harus kita jaga. Kita harus stabil, jadi kita usahakan sebisa mungkin," kata Sunardi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388423/original/003065000_1793612659-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_15.52.27.jpeg)
Tak hanya menjadi tempat pekerja mengisi perut, kantin juga menjadi ladang bagi para pedagang untuk menyambung usaha. Salah satunya Sunardi (61) yang sudah berjualan sekitar 12 tahun di kantin karyawan Plaza Indonesia. Dari balik lapaknya, ia menyajikan beragam pilihan makanan, mulai dari nasi rames, soto Betawi, bakso, hingga mie ayam. Menurutnya, pembeli paling ramai datang menjelang makan siang.
"Kalau yang paling ramai itu sekitar setengah dua belas sampai jam setengah dua. Kalau sudah lewat jam setengah dua, biasanya mulai sepi," kata Sunardi.
Sebagian besar pembelinya merupakan karyawan yang bekerja di kantor dan karyawan Plaza Indonesia. Mereka datang untuk makan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Namun, di tengah rutinitas tersebut, Sunardi mengaku harus menyesuaikan usaha dengan perubahan harga bahan baku.
Kenaikan harga sayuran, daging, cabai, dan bawang menjadi tantangan bagi pedagang untuk mempertahankan harga jual.
Sunardi mengatakan, ia memilih sedikit mengurangi porsi makanan dibandingkan langsung menaikkan harga.
"Kalau menaikkan harga itu agak risikan. Jadi, istilahnya biar enaknya ya agak dikurangi porsinya sedikit, supaya pembeli tidak kaget," ujarnya.
Menurut Sunardi, perubahan harga bahan baku tidak selalu terjadi secara bersamaan. Ada bahan yang naik, tetapi ada pula yang harganya relatif stabil atau turun.
Karena itu, ia berusaha menyesuaikan porsi secara bertahap agar pelanggan tetap nyaman membeli makanan di tempatnya.
Bagi Sunardi, menjaga pelanggan menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha. Terlebih, jumlah pembeli tidak selalu sama setiap hari. Dia mengatakan, pendapatan pedagang dapat berubah mengikuti kondisi keramaian kantin.
Meski demikian, Sunardi tetap berusaha menjalankan usahanya dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di tengah gemerlapnya Plaza Indonesia, kantin karyawan menjadi ruang sederhana yang mempertemukan dua kepentingan: pekerja yang ingin menjaga pengeluaran makan tetap terkendali dan pedagang yang berusaha mempertahankan usaha di tengah perubahan harga bahan baku.
Bagi pekerja, seporsi makanan menjadi bekal untuk melanjutkan aktivitas. Sementara bagi pedagang, setiap pembeli menjadi bagian dari usaha menjaga penghasilan tetap berjalan.
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388421/original/087022700_1793612658-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_15.52.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4772207/original/018072400_1710400424-14_maret_2024-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3917988/original/067865900_1643374741-20220128-Jelang_Libur_Imlek__Penumpang_KA_Jarak_Jauh_di_Stasiun_Pasar_Senen_Alami_Peningkatan-10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388590/original/070280900_1793630226-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_17.59.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5282297/original/078996200_1752471399-WhatsApp_Image_2025-07-14_at_10.50.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5285072/original/058563200_1752656425-Depositphotos_806837076_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388350/original/005777900_1793609952-WhatsApp_Image_2026-11-02_at_09.57.521.jpeg)