Evaluasi OMC Karhutla, BNPB Siapkan Pergeseran Armada dan Antisipasi Banjir

BNPB evaluasi OMC karhutla di Halim. Sejumlah daerah hujan, armada siap digeser. Ada imbauan banjir jelang musim hujan.

Devira Prastiwi
Oleh Devira Prastiwi- Reporter
Evaluasi OMC Karhutla, BNPB Siapkan Pergeseran Armada dan Antisipasi Banjir
Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi.

BNPB mengevaluasi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penentuan wilayah yang masih membutuhkan operasi serta penggeseran armada ke lokasi prioritas.

Rapat evaluasi dipimpin Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi di Posko Terpadu, Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan TNI/Polri, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah secara hybrid.

Kristomei menegaskan evaluasi diperlukan untuk mengukur efektivitas OMC sekaligus menyusun langkah lanjutan. "Jadi pagi ini sengaja saya kumpulkan kembali untuk mendengarkan evaluasi dan termasuk memberikan arahan sedikit ke depan apa yang harus kita kerjakan," ujar Kristomei. Pernyataan itu dikutip Selasa (3/11/2026).

Ia menyampaikan sejumlah provinsi mulai memasuki musim hujan sehingga kebutuhan OMC dapat dipetakan ulang. "Sudah mulai hujan di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, atau Kalimantan Barat yang bisa kita bantu dulu untuk di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah, termasuk Maluku Utara dan Papua Selatan," tutur dia.

Penguatan sumber daya turut disiapkan agar dukungan cepat dialihkan ke daerah yang masih berpotensi karhutla. "Kalau bisa kita tambah, kita geser mana yang bisa kita geser dan kita tambah aset di sana," imbuh Kristomei.

BNPB Siagakan Daerah Hadapi Hidrometeorologi Basah

Seiring masuknya musim hujan, BNPB meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. BMKG memprediksi musim hujan terjadi pada akhir 2026.

Sebagai langkah antisipasi, pada 30 Oktober 2026 Kristomei menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027.

Surat edaran tersebut telah dikirimkan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota. Melalui kebijakan itu, pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan personel, peralatan, dan kapasitas masyarakat sesuai potensi ancaman di wilayah masing-masing.

"Saya juga memberikan imbauan kepada seluruh Gubernur, Bupati, Kepala Daerah untuk mewaspadai tentang adanya kerawanan banjir di wilayah masing-masing," kata Kristomei.

Ia menyebut sejumlah daerah sudah mulai mengalami banjir dan meminta seluruh pihak mencermati dinamika cuaca pada masa peralihan dari kemarau ke hujan.

"Kelihatan tantangannya mulai bergeser ini, habis Karhutla terbitlah banjir. Nanti sama-sama kita antisipasi," pungkas Kristomei.

Rekomendasi