Ajang Pertamina SMEXPO Yogyakarta sukses mencatatkan capaian spektakuler dengan total nilai transaksi, potensi, serta kesepakatan bisnis mencapai sekitar Rp3,8 miliar. Angka ini menegaskan peran vital SMEXPO sebagai wadah penguat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas jangkauan pasar, menggaet mitra strategis, serta memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan rekapitulasi resmi penyelenggaraan, nilai Rp3,8 miliar tersebut ditopang oleh potensi dan kesepakatan bisnis business-to-business (B2B) yang mendominasi sebesar Rp3.548.833.310. Sementara itu, transaksi ritel membukukan Rp129.335.400, dan transaksi layanan Bengkel Enduro menyumbang Rp5.290.000.
Keseluruhan angka ini merupakan gabungan dari transaksi yang tercatat secara langsung serta potensi kesepakatan bisnis yang ada, sehingga tidak sepenuhnya diartikan sebagai penjualan yang sudah terealisasi.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menegaskan bahwa keberhasilan SMEXPO tidak sekadar diukur dari nominal angka, melainkan dari terbukanya karpet merah bagi kolaborasi bisnis UMKM ke depan.
"Capaian SMEXPO Yogyakarta sebesar Rp3,8 miliar menunjukkan bahwa UMKM memiliki potensi besar untuk terus berkembang ketika mendapatkan akses pasar dan peluang kemitraan yang tepat. Melalui Pertamina SMEXPO, Pertamina Foundation berupaya menghadirkan ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan, memperluas jejaring bisnis, serta membangun kolaborasi yang dapat ditindaklanjuti menjadi peluang usaha berkelanjutan. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong UMKM untuk terus berinovasi, meningkatkan daya saing, dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional," ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, Rabu (14/10).
Besarnya porsi potensi kesepakatan B2B yang menembus Rp3,55 miliar membuktikan krusialnya mempertemukan para pelaku UMKM secara langsung dengan pembeli dan mitra bisnis strategis. Langkah ini menjadi kunci agar peluang yang tercipta di area pameran bisa berlanjut menjadi kerja sama komersial jangka panjang.
Advertisement
Peluang Tembus Pasar Global
Peluang tembus pasar mancanegara pun makin nyata dengan tampilnya dua UMKM berpotensi ekspor, yakni PT Kritebar Hage Makmur lewat produk Kripik HG serta PT Allisha melalui Allisha Sate Ambal. Meski potensi pasar terbuka lebar, pengembangan ke skala ekspor ini tetap membutuhkan kesiapan produk, pemenuhan standar pasar internasional, hingga pembicaraan intensif bersama calon pembeli.
Bukan cuma soal angka dan pasar ekspor, pameran ini juga menjadi ajang unjuk kebolehan inovasi produk ramah lingkungan. Beberapa UMKM yang membawa semangat keberlanjutan tersebut di antaranya Agromina Fiber, Djati Ecocraft, Sambeliler Bag, dan Valmai Mie Organik. Langkah ini memperlihatkan kesadaran pelaku usaha lokal dalam menciptakan nilai tambah yang relevan dengan tren pasar global.
Dari sisi inklusivitas, SMEXPO Yogyakarta turut melibatkan UMKM yang dimiliki atau memberdayakan penyandang disabilitas. Keterlibatan ini menjadi bukti nyata pembukaan kesempatan ekonomi yang lebih merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Capaian akhir perhelatan ini menegaskan bahwa pengembangan UMKM memerlukan ekosistem yang utuh, tidak berhenti pada tahap promosi belaka. Pertamina Foundation berkomitmen terus mendampingi UMKM agar memiliki daya saing tangguh, siap memanfaatkan peluang kolaborasi, serta mampu mengembangkan usahanya secara berkelanjutan demi memberi kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.