Resmi Dibuka, Pertamina UMK Academy 2026 Siap Cetak Bisnis Naik Kelas

UMK Academy merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam melahirkan usaha lokal yang tangguh.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Resmi Dibuka, Pertamina UMK Academy 2026 Siap Cetak Bisnis Naik Kelas
Sebanyak 100 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari 730 peserta UMK Academy 2025 akan mengikuti Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025.

PT Pertamina (Persero) kembali membuka pendaftaran program pembinaan Pertamina UMK Academy 2026. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, mengasah kompetensi, hingga memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di tanah air.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa UMK Academy merupakan wujud komitmen nyata perusahaan dalam melahirkan usaha lokal yang tangguh, adaptif, serta berdaya saing tinggi.

"Melalui Pertamina UMK Academy, Pertamina tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendampingi pelaku UMK untuk menerapkan pembelajaran secara langsung dalam pengembangan usahanya," ujar Baron dikutip dari Antara, Jumat (28/8).

Ia menambahkan bahwa selama program berlangsung, peserta akan diarahkan untuk memperkuat tata kelola usaha, meningkatkan mutu produk, memanfaatkan teknologi, membangun kolaborasi, dan menembus pasar yang lebih luas.

Pendaftaran program ini dibuka secara daring mulai 21 hingga 31 Agustus 2026 melalui situs umkacademy.id/onboarding.

Pembinaan Terstruktur dari Regional hingga Nasional

Diselenggarakannya program ini sejak 2020 bertujuan memberikan pendampingan terstruktur sesuai dengan tahap tumbuh kembang bisnis UMK. Didampingi oleh akselerator, mentor, dan coach profesional, para peserta digembleng dalam pengelolaan bisnis, inovasi produk, pemanfaatan teknologi, hingga strategi ekspansi pasar.

Baron menjelaskan bahwa proses kurasi dan pembinaan Pertamina UMK Academy berjalan dalam dua tingkatan:

- Tahap Regional: Berfokus pada penguatan fundamental usaha yang disesuaikan dengan sektor bisnis masing-masing.

- Tahap Nasional: Diperuntukkan bagi peserta yang lolos seleksi lanjutan, di mana pelatihan diberikan berdasarkan tingkat kesiapan usaha melalui empat kategori kelas:

  • Go Modern: Penguatan sistem pengelolaan manajemen usaha.
  • Go Digital: Pemanfaatan teknologi digital dalam rantai proses bisnis.
  • Go Online: Optimalisasi kanal pemasaran daring untuk memperluas jangkauan pembeli.
  • Go Global: Persiapan penetrasi pasar business-to-business (B2B), baik skala domestik maupun ekspor. 

Pada edisi 2026, Pertamina turut menyematkan dua materi kurikulum baru, yaitu Go Green yang mendorong penerapan praktik bisnis ramah lingkungan, serta Go Aggregator yang membekali UMK agar mampu berkolaborasi dan membuka peluang pasar baru bersama pelaku usaha lainnya.

"Setiap pelaku UMK memiliki kebutuhan dan tingkat kesiapan yang berbeda. Karena itu, materi serta pendampingan disesuaikan dengan posisi dan perkembangan usaha masing-masing agar proses pembinaan memberikan hasil yang lebih nyata dan terukur," tambah Baron.

Rekam Jejak Kinerja dan Harapan Masa Depan

Keberhasilan kurikulum pembinaan ini tercermin dari pelaksanaan Pertamina UMK Academy 2025. Dari total lebih dari 2.000 pendaftar, sebanyak 1.430 UMK terpilih masuk ke tahap regional, dan 760 peserta berhasil menembus tahap nasional. Hasil akhirnya, sebanyak 581 pelaku UMK dinyatakan lulus dan resmi berhasil naik kelas.

Melihat dampak positif tersebut, Pertamina mengundang lebih banyak wirausahawan untuk mengoptimalkan peluang ini.

"Pertamina mengajak pelaku UMK dari berbagai sektor dan wilayah untuk memanfaatkan kesempatan ini. Kami berharap semakin banyak usaha lokal yang tumbuh tangguh, mandiri, kreatif, dan berdaya saing serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya," sebut Baron.

Rekomendasi