Rahasia Stok Warung Madura Tak Pernah Habis

Warung Madura memilih kulakan langsung ke agen dan pusat grosir. Cara ini membuat stok bisa kembali terisi hampir setiap hari.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Rahasia Stok Warung Madura Tak Pernah Habis
<p>Warung Madura</p>

Sekilas, Warung Madura mungkin terlihat seperti warung kelontong biasa. Rak-raknya dipenuhi mi instan, rokok, beras, dan berbagai kebutuhan yang sehari-hari. Di balik itu semua, mungkin tak banyak orang tahu bagaimana barang di Warung Madura bisa selalu tersedia setiap hari?

Ternyata penunggu warung tidak harus menunggu supplier datang mengantar barang. Mereka justru lebih sering mengambil stok sendiri dari agen maupun pusat grosir seperti Indogrosir.

"Kalau sales supplier itu kan enggak ada tiap hari. Misalnya kita pesan pagi, itu datangnya besok. Kalau ke agen itu sekarang pesan, sekarang diambil," ujar penjaga salah satu Warung Madura, Indah saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Cara ini membuat warung bisa lebih cepat mengisi kembali stok barang yang sudah menipis. Apalagi, belanja hampir setiap hari.

Dalam sekali belanja, uang yang dikeluarkan tidak sedikit. Ia mengatakan jumlahnya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung seberapa banyak barang yang habis.

“Enggak mesti, ya. Kadang satu juta, dua juta,” katanya.

 

Punya Lebih dari Satu Agen

Warung Madura
Warung Madura

Warung Madura juga tidak bergantung pada satu tempat untuk mendapatkan stok barang. Penjaga warung mengatakan mereka biasanya memiliki dua hingga tiga agen.

Jika barang yang dicari tiak tersedia di satu agen, mereka akan mencari ke agen lainnya. Jadi, bukan berarti langsung pindah pemasok hanya karena harga di satu tempat berubah.

"Misalnya di si A itu beda, anggaplah barangnya di A itu enggak ada. Kita pindah cari agen lain," ujarnya.

Selain agen, penjaga warung juga biasanya berbelanja di pusat grosir. Menurutnya, harga di tempat seperti Indogrosir bisa lebih murah, terlebih jika sudah memiliki kartu member.

"Kadang kalau kita belanja ke Indogrosir itu harganya lebih murah lagi. Apalagi punya member, lebih murah lagi," katanya.

Modal Jutaan, Untung Cuma Seribuan

Warung Madura
Warung Madura

Sekali belanja stok, uang yang dikeluarkan Warung Madura bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2 juta. Angka tersebut terdengar besar, apalagi jika melihat keuntungan dari setiap barang yang ternyata relatif tipis.

Indah bercerita, keuntungan dari kebanyakan barang biasanya hanya sekitar Rp1.000 hingga Rp1.500. Untuk barang tertentu, keuntungan bisa mencapai Rp2.000, tetapi tidak banyak.

“Dari seribu ke seribu lima ratus. Paling gede yang dua ribu,” ujarnya.

Keuntungan lebih dari Rp2.000 biasanya hanya didapat dari barang tertentu yang sedang langka, termasuk beberapa jenis rokok.

Meski begitu, warung tidak memilih cara dengan membanting harga jual lebih murah untuk menarik pembeli. Harga tetap dipasang sewajarnya karena menurunkan harga berarti keuntungan yang didapat juga ikut berkurang.

"Kalau kita menurunkan harga juga kenanya ke kita," katanya.

Dengan keuntungan yang hanya seribuan dari sebagian besar barang, bisnis Warung Madura lebih mengandalkan barang yang terus bergerak. Stok yang mulai menipis akan kembali dibeli, sehingga uang dari penjualan bisa terus berputar menjadi stok baru.

Pola inilah yang membuat warung bisa tetap berjalan meski keuntungan dari satu barang tidak besar. Bukan mengambil untung besar dari satu produk, tetapi menjaga agar banyak barang terus terjual dan stok terus berputar.

Rekomendasi