Canggih! Alat Pemindai Ke-10 Bea Cukai Tanjung Priok Bisa Tembus Isi Peti Kemas

Penambahan fasilitas pemindai merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan dengan memanfaatkan teknologi

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Canggih! Alat Pemindai Ke-10 Bea Cukai Tanjung Priok Bisa Tembus Isi Peti Kemas
Peresmian penggunaan pemindai ke-10 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok. (Dok. Bea Cukai)

Bea Cukai Tanjung Priok resmi mengoperasikan alat pemindai peti kemas barang ekspor ke-10 di Pelabuhan Tanjung Priok. Unit terbaru ini ditempatkan di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PT IPC Terminal Peti Kemas dan akan digunakan bersama dengan TPS PT Mustika Alam Lestari.

Beroperasinya alat ini sekaligus melengkapi seluruh rangkaian pembangunan fasilitas pemindaian peti kemas di kawasan pelabuhan utama tersebut.

Peresmian penggunaan pemindai ke-10 ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Priok, Adhang Noegroho Adhi, pada 27 Agustus 2026 di TPS Terminal 3 dan TPS PT Mustika Alam Lestari.

Dalam kesempatan tersebut, Adhang Noegroho Adhi menyampaikan bahwa penambahan fasilitas pemindai merupakan bagian dari upaya memperkuat pengawasan dengan memanfaatkan teknologi, sekaligus mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Dengan beroperasinya pemindai ke-10 ini, kami semakin memperkuat dukungan teknologi dalam pelaksanaan pengawasan. Pemanfaatan hasil pemindaian menjadi salah satu data pendukung bagi petugas dalam melakukan analisis risiko dan menentukan tindak lanjut pemeriksaan secara lebih efektif," ujar Adhang.

Gunakan Sinar-X hingga Pendeteksi Radioaktif

Bea Cukai Tanjung Priok
Bea Cukai Tanjung Priok

 

Alat pemindai peti kemas ini mengusung teknologi Sinar-X mutakhir. Lewat sistem ini, petugas dapat menganalisis seluruh isi peti kemas melalui citra digital tanpa perlu membukanya secara fisik. Tak hanya itu, perangkat ini juga dibekali Radiation Portal Monitor (RPM) yang berfungsi memantau serta memfilter potensi paparan atau kontaminasi bahan radioaktif.

Melalui hasil analisis citra tersebut, petugas Bea Cukai dapat mendeteksi berbagai anomali barang untuk segera ditindaklanjuti sesuai regulasi dan tingkat risikonya.

Kecanggihan pemindai ini sebelumnya telah terbukti dalam berbagai kegiatan pengawasan di lapangan. Salah satunya adalah keberhasilan melacak upaya penyelundupan sepeda motor Harley-Davidson bekas yang disamarkan melalui modus salah deklarasi (misdeclaration).

Kini, dengan hadirnya pemindai ke-10, seluruh fasilitas pemindaian telah tersebar di berbagai TPS di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok untuk memastikan arus barang ekspor-impor tetap aman namun berjalan cepat.

"Penguatan fasilitas pemindaian ini kami harapkan dapat terus meningkatkan efektivitas pengawasan, tanpa mengabaikan aspek kelancaran arus barang dan logistik. Teknologi dan data menjadi bagian penting dalam memastikan pengawasan dapat dilakukan secara tepat berdasarkan risiko," tambah Adhang.

Ke depan, Bea Cukai Tanjung Priok berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan integrasi data demi menjamin keamanan perdagangan internasional sekaligus menjaga kelancaran pasokan logistik nasional.

Rekomendasi