Empat orang tewas dan satu lainnya kritis dalam insiden kecelakaan minibus mereka tumpangi dengan kereta api. Pengemudi diduga tidak berhati-hati saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu.
Peristiwa itu terjadi di perlintasan sebidang di Jalan Pakjo-Sukajadi, Prabumulih Timur, Prabumulih, Sumatra Selatan, Kamis (27/8) sore.
Awalnya, minibus Isuzu Panther nomor polisi BG 1348 DF yang ditumpangi satu keluarga itu bermaksud menyeberangi rel. Namun pengemudi tidak mengetahui ada KA yang bakal melintas. Tanpa berhenti terlebih dahulu, mobil itu langsung saja melaju.
Dalam waktu bersamaan, KA Serelo relasi Lubuklinggau-Palembang melaju dengan kencang hingga terjadi tabrakan. Benturan yang kuat menyebabkan mobil terseret sejauh 20 meter. Mobil rusak parah. Empat orang di dalamnya meninggal dunia di tempat dan satu korban lain dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Empat korban meninggal adalah pengemudi bernama Sofyan (65), Martin (56), Septi Siti Pajriah (25), dan Riskiya Putri Nurfadilah (7). Sementara korban yang masih menjalani perawatan di RS AR Bunda Prabumulih adalah Aprilia Artalita (15).
Para korban merupakan satu keluarga yang tinggal di Desa Segayam, Gelumbang, Muara Enim, Sumsel. Keempat jenazah telah dibawa ke tempat asal untuk dimakamkan.
"Benar, kejadiannya kemarin sore. Empat orang meninggal dan satu masih kritis, sedang dirawat," kata Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto, Jumat (28/8).
Ulta mengungkapkan, pengemudi diduga tidak menyadari ada kereta yang bakal melaju saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu. Pengemudi panik sehingga tak sempat lagi melajukan kendaraannya.
"Posisi kena sebelah kiri, pas di rel, mobil terseret 20 meter," kata Ulta.
Dari informasi diterima polisi, para korban baru saja membesuk kerabatnya di rumah sakit di Prabumulih dan sebelum pulang bermaksud berkunjung ke rumah keluarganya tak jauh dari TKP. Pengemudi tidak berhati-hati ketika melintasi perlintasan hingga terjadi kecelekaan.
"Mereka satu keluarga," kata Ulta.