Kemudahan belanja melalui aplikasi membuat anak muda kini tak perlu keluar rumah untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Cukup memilih barang lewat ponsel, pesanan bisa diantar langsung ke depan tempat tinggal. Meski begitu, Warung Madura masih menjadi pilihan sebagian anak muda untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Salah satunya Dian, 22 tahun. Ia mengaku masih memilih Warung Madura karena mempertimbangkan harga, terutama ketika hanya ingin membeli satu atau dua barang.
“Kalau simplenya memang di minimarket, cuma in this economy kita harus bisa minimalisir pengeluaran walaupun itu cuma Rp1.000,” ujar Dian saat berbincang dengan merdeka.com di daerah Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia mencontohkan air mineral yang menurutnya bisa dibeli dengan harga sekitar Rp2.500 di Warung Madura, sedangkan di minimarket harganya dapat mencapai sekitar Rp4.000. Selisih tersebut membuatnya tetap memilih datang langsung ke warung ketika ingin membeli kebutuhan kecil.
Bagi Dian, Warung Madura memiliki keuntungan karena pembeli bisa membeli barang sesuai kebutuhan tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak. Namun, konsekuensinya pembeli tetap harus datang langsung ke lokasi.
Berbeda dengan Dian, Nayla, 22 tahun justru lebih mengutamakan kepraktisan. Ia memilih menggunakan aplikasi minimarket ketika membutuhkan barang secara mendadak karena pesanan dapat diantar langsung ke kos.
“Di minimarket itu ada aplikasi minimarket yang bisa dianterin ke rumah atau kos tanpa ongkir. Di kos, tiap aku dadakan bisa cuma beli satu biji pun tetap dianter,” kata Nayla.
Menurut Nayla, layanan tersebut juga banyak digunakan penghuni kos di sekitarnya. Ia melihat layanan pesan antar tersebut cukup ramai digunakan oleh anak kos. Namun, kini terdapat batas minimal pembelian untuk mendapatkan gratis ongkos kirim
Kondisi tersebut membuat pilihan tempat belanja anak muda tidak selalu sama. Warung Madura menawarkan kemudahan untuk mendapatkan barang secara langsung dan membeli dalam jumlah kecil, sementara aplikasi minimarket memberikan kepraktisan karena barang dapat diantar tanpa pembeli harus keluar dari kos.
Advertisement
Warung Madura Masih Didatangi Anak Muda
Di tengah kemudahan layanan pesan antar, anak muda masih menjadi salah satu kelompok konsumen Warung Madura. Penjaga salah satu Warung Madura Indah, mengatakan pelanggan muda masih sering datang, terutama untuk membeli rokok, minuman, dan mi instan.
"Kalau anak muda sih seringnya itu rokok, minum-minuman, sama mie-mie-an," ujarnya.
Menurutnya, kedatangan anak muda tidak hanya terjadi pada malam hari. Lokasi warung yang berada di kawasan pemukiman dengan banyak kos dan pendatang membuat konsumen dapat datang sepanjang hari.
"Kadang paginya ada, kadang siang juga. Enggak, 24 jam itu pasti ada," katanya.
Hal ini menunjukkan Warung Madura masih memiliki tempat di tengah perubahan kebiasaan belanja anak muda. Ketika harga menjadi pertimbangan, warung dapat menjadi pilihan untuk membeli kebutuhan dalam jumlah kecil. Sementara ketika kepraktisan menjadi prioritas, layanan pesan antar minimarket menawarkan kemudahan yang tidak perlu membuat konsumen meninggalkan kos.
Advertisement
Transaksi QRIS Sudah Diterapkan Warung Madura
Selain menghadapi perubahan pola belanja konsumen, Warung Madura juga mulai beradaptasi dengan teknologi pembayaran digital melalui QRIS. Meski demikian, transaksi menggunakan uang tunai masih tetap ada.
Penjaga warung tersebut mengatakan penggunaan QRIS maupun uang tunai tidak selalu sama setiap harinya. Ketika transaksi sedang ramai, pembayaran melalui QRIS bisa lebih banyak digunakan.
“Banyak juga pakai QRIS, ya kadang tergantung tiap harinya. Kadang sehari pada pakai QRIS, kadang hari berikutnya banyak yang pakai tunai.” ujarnya.
Ia sendiri sudah menggunakan QRIS untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Namun, pembayaran tunai masih menjadi bagian dari transaksi sehari-hari.
Pada akhirnya, pilihan tersebut kembali pada kebutuhan masing-masing. Bagi sebagian anak muda, selisih harga beberapa ribu rupiah masih layak ditukar dengan perjalanan singkat ke warung. Bagi lainnya, kemudahan memesan dari ponsel dan menunggu barang datang menjadi pilihan yang lebih praktis.