Bos Lippo Sarankan MBR Pilih Rusun Subsidi Tipe 1-2 Kamar, Ini Alasannya

James Riady melihat pergeseran ke rusun subsidi seiring FLPP tenor panjang. Ia beri saran tipe unit. Maruarar paparkan akses rusun Meikarta.

Arief Rahman H
Oleh Arief Rahman H - Reporter
Bos Lippo Sarankan MBR Pilih Rusun Subsidi Tipe 1-2 Kamar, Ini Alasannya
Konglomerat Indonesia James Riady mendatangi Kantor Wilayah Pajak khusus Wajib Pajak Besar di Gedung Sudirman, Jakarta, Jumat (2/9). Kedatangannya tersebut dalam rangka mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Chairman Lippo Group James Riady menilai prospek hunian vertikal kian positif. Ia menyebut ruang pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang makin terbuka menjadi peluang bagi rumah susun (rusun) subsidi.

Menurutnya, cicilan rusun subsidi dapat dibuat terjangkau dengan skema FLPP dan tenor panjang hingga 30 tahun. Dalam hitungannya, angsuran bulanan bisa berada di kisaran Rp 1 jutaan per bulan, sehingga membantu daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pandangan itu ia sampaikan di sela Danantara Housing Expo di NICE PIK. James juga menyambut baik opsi tenor 30–40 tahun untuk pembiayaan rusun maupun rumah tapak, yang dinilai memberi ruang lebih luas bagi MBR untuk mengakses hunian.

Saran James Riady: Pilih Unit 1–2 Kamar

James melihat fase berikutnya pasar hunian subsidi akan banyak bergerak ke apartemen FLPP. Ia menyarankan pembeli mempertimbangkan tipe unit dengan fungsi ruang yang lebih memadai.

"Nanti next phase ini, saya kira yang banyak itu adalah FLPP apartemen. Tapi FLPP apartemen you jangan beli yang studio, you mesti beli yang one bedroom atau two bedroom," ungkap James.

Pernyataan itu disampaikan di sela Danantara Housing Expo, NICE PIK, Jumat (28/8/2026).

"Ini peraturan mengenai FLPP apartemen 30 tahun kan juga masih baru. Nah, FLPP (rumah tapak) yang 40 tahun itu, cicilan juga baru gitu. Jadi satu hal yang akan dikembangkan. Saya kira bagus lah," kata James.
"Tidak pernah dalam sejarah kita memiliki Presiden yang punya hati dan keberpihakan kepada MBR, dan ada Satgas (Perumahan) diketuai oleh Pak Hashim dan juga kementerian, Pak Menterinya (Maruarar Sirait) begitu menggebu-gebu ya mengenai perumahan ini luar biasa. Jadi saya kira kita perlu semuanya syukuri," kata James Riady.

Rusun Subsidi di Kawasan Meikarta

Di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, sebanyak 141 ribu unit hunian vertikal rusun subsidi direncanakan dibangun di lahan kawasan Meikarta. Pembangunan akan dilakukan melalui sejumlah tower dalam satu kawasan dengan dukungan akses jalan yang memadai.

Contoh unit yang ditampilkan di Danantara Housing Expo diberi label "Rumah MBR Cikarang" yang merujuk pada rusun subsidi tersebut. Ada dua tipe yang diperlihatkan kepada pengunjung.

Pertama, tipe BR-08 seluas sekitar 37,05 meter persegi, terdiri dari dua kamar tidur, satu ruang keluarga yang menyatu dengan dapur, serta satu kamar mandi. Unit ini dilengkapi jendela yang menghadap ke luar.

Kedua, tipe Studio S-08 seluas 21,15 meter persegi, berisi satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Area dapur berada tepat setelah pintu masuk. Berbeda dari tipe BR-08, tipe studio ini tidak memiliki ruang keluarga dan hanya tersedia satu meja kerja di sisi tempat tidur.

Akses 10 Menit dan Hibah 30 Hektare, Penjelasan Menteri Maruarar

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menggarisbawahi keunggulan lokasi rusun subsidi di lahan Meikarta. Ia menyebut jarak menuju berbagai layanan publik dan pusat ekonomi dapat ditempuh sekitar 10 menit.

"Saya pikir tanah yang dihibahkan oleh Lippo 30 hektar kami sudah cek, itu enggak jauh, 10 menit ke rumah sakit, 10 menit ke pasar, 10 menit ke sekolah, 10 menit kurang lebih ke kawasan industri. Jadi saya yakin itu adalah solusi yang luar biasa," kata Maruarar.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Danantara Housing Expo di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026). Maruarar menegaskan lahan seluas 30 hektare itu dihibahkan grup Lippo kepada negara dan ia berharap pembangunan bisa segera dimulai.

"Saya rasa salah satu bentuk hibah dari swasta kepada negara yang termasuk cukup besar atau terbesar, salah satunya itu. Justru di zaman Presiden Prabowo ini, bukan aset negaranya dikurangin, tapi aset negara bertambah," ucap Maruarar.

Ia juga menyinggung peran pihak swasta lain dalam agenda perumahan rakyat, termasuk kontribusi unit pada tahun berjalan.

"Belum lagi dari Astra 3.250 rumah tahun ini, 2.000 dalam bentuk rumah susun, di tanah negara, tanah kereta api. Jadi itu juga dari Danantara, itu juga dari BP BUMN," imbuhnya.
Rekomendasi