PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengoptimalkan seluruh jaringan produksi dan distribusinya demi mengamankan ketersediaan stok semen di Aceh. Langkah strategis ini diambil guna merespons lonjakan permintaan masyarakat sekaligus menjaga agar harga pasar tetap terkendali.
"Kami terus memacu kapasitas produksi dan distribusi semen untuk mempercepat pemulihan pasokan di Aceh," kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dikutip dari Antara, Kamis (27/8).
Vita menjelaskan bahwa penguatan sinergi di lini operasional dan distribusi dilakukan untuk memberikan kepastian pasokan bagi masyarakat maupun para pelaku pembangunan. Tingginya lonjakan permintaan di sejumlah wilayah Aceh beberapa waktu terakhir memang sempat membuat penyerapan stok di beberapa titik distribusi berlangsung cepat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas yang beroperasi di Lhoknga dan Lhokseumawe, serta memacu packing plant PT Semen Padang di Malahayati.
"Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh," ujar Vita.
Tak hanya menggenjot produksi, SIG turut memperketat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik. Pemantauan stok dan evaluasi harian rutin digelar sebagai landasan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat.
Koordinasi intensif juga dijalin bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait demi memastikan alur pengiriman berjalan tertib dan efisien. SIG secara tegas mengimbau para mitra penyalur untuk menerapkan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab.
"Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga," tegas Vita.
Advertisement
Mitra Distributor Sambut Positif Pemulihan Pasokan
Normalisasi pasokan semen ini disambut lega oleh para distributor mitra SIG. Kepala Operasional PT Wadah Suci, Emy Rinaldi, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan semen di Aceh dipicu oleh pesatnya pembangunan infrastruktur serta perbaikan rumah warga pascabencana banjir.
Emy mencatat puncak lonjakan permintaan terjadi pada Juli 2026. Namun, ia bersyukur situasi saat ini sudah kembali terkendali.
"Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk–truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang," kata Emy.
Nada serupa disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti, Muhammad Agam Maulana. Menurutnya, tren peningkatan kebutuhan semen di Aceh sebenarnya sudah terasa sejak awal tahun dan mencapai puncaknya pada Juli 2026.
"Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” ungkap Agam.
Agam mengapresiasi langkah penataan yang dilakukan oleh PT Solusi Bangun Andalas sehingga alur pengiriman barang berjalan tanpa hambatan. "Saya lihat pabrik sudah sangat maksimal. Saya sangat berterima kasih. Ke depannya saya berharap pihak perusahaan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga juga dapat stabil," tutur Agam.