Imbas Demo DPR: Pusat Perbelanjaan Jakarta Siaga, Mal Bodetabek Malah Ketiban Rezeki

Aksi demonstrasi di wilayah Jakarta memengaruhi kunjungan pusat perbelanjaan.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi - Reporter
Imbas Demo DPR: Pusat Perbelanjaan Jakarta Siaga, Mal Bodetabek Malah Ketiban Rezeki
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Supriyono alias Botok, didampingi sejumlah rekan pendemo, memasuki gedung DPR dengan pengawalan petugas kepolisian saat aksi di Jakarta, Kamis (27/8/2026). (KLY/Budy Santoso)

Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8) mulai memengaruhi peta aktivitas pusat perbelanjaan. Dampaknya terbelah dua, mal di sekitar lokasi demo di Jakarta bersiap siaga, sementara mal di kawasan penyangga (Bodetabek) justru berpotensi dibanjiri pengunjung.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengungkapkan bahwa mal di Jakarta, terutama yang berdekatan dengan titik aksi berpotensi mengalami penurunan tingkat kunjungan jika terjadi penutupan akses jalan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengelola mal telah menyiagakan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan dan mitigasi guna memastikan kenyamanan para pengunjung.

"Hingga saat ini Pusat Perbelanjaan belum memberlakukan SOP dimaksud, namun SOP dapat diberlakukan sewaktu-waktu dengan memperhatikan dan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi," ujar Alphonzus saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Kamis (27/8).

Ia juga menambahkan bahwa APPBI meyakini seluruh pengelola mal akan berupaya maksimal agar hak demokrasi masyarakat dalam berunjuk rasa tetap berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.

Mal Bodetabek Ketiban Rezeki WFH

Pagar Mal Kokas Telah Dibongkar, Kini Berganti Dekorasi HUT RI
Pagar Mal Kokas Telah Dibongkar, Kini Berganti Dekorasi HUT RI

Kondisi bertolak belakang justru terjadi di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek). Mal di wilayah penyangga ini diperkirakan bakal mengalami lonjakan pengunjung sebesar 10 hingga 15 persen dibandingkan hari biasa.

Fenomena ini dipicu oleh kebijakan Work From Home (WFH) yang diberlakukan sejumlah perusahaan di Jakarta selama aksi demo berlangsung. Dibanding diam di rumah, banyak pekerja memilih opsi Work From Anywhere (WFA) dengan bekerja dari kafe atau mal terdekat dari kediaman mereka.

"Cukup banyak masyarakat yang WFH dan memilih berkunjung ke Pusat Perbelanjaan yang terdekat dengan kediaman di sekitar Bodetabek," kata Alphonzus.

Kombinasi antara efisiensi kerja dan kemudahan akses menjadikan mal Bodetabek pilihan favorit warga untuk tetap produktif tanpa harus menembus kemacetan dan kepungan demo di pusat ibu kota.

Rekomendasi