Imbas Truk Ditabrak Kereta di Klaten, KA Malabar Terlambat 280 Menit

KA 68 Malabar seharusnya dijadwalkan tiba di Stasiun Malang pada pukul 06.52 WIB.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Imbas Truk Ditabrak Kereta di Klaten, KA Malabar Terlambat 280 Menit
<p>Ilustrasi kereta api Indonesia, KAI. (Photo by Alviansyah Kuswidyatama on Unsplash)</p>

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memastikan Kereta Api (KA) 68 Malabar relasi Bandung-Malang yang sempat mengalami insiden temperan truk di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 295 Klaten telah selesai ditangani dan sampai di tujuan akhir Stasiun Malang, Kamis pukul 11.32 WIB.

"Sudah tiba tadi pukul 11.32 WIB," kata Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, saat dikonfirmasi dari Kota Malang, Kamis.

Berdasarkan grafik perjalanan kereta api, KA 68 Malabar seharusnya dijadwalkan tiba di Stasiun Malang pada pukul 06.52 WIB. Akibat kecelakaan di perlintasan Klaten tersebut, perjalanan kereta yang membawa 100 orang penumpang ini mengalami keterlambatan hingga 280 menit.

Insiden temperan ini juga merembet pada jadwal perjalanan armada lain, yakni KA Gajayana Tambahan relasi Malang-Gambir. Kereta yang mengangkut 142 penumpang tersebut diproyeksikan baru memasuk stasiun Malang sekitar pukul 14.25 WIB, dari jadwal semula pukul 13.50 WIB.

Mahendro menjelaskan bahwa rekayasa pola operasional langsung diberlakukan guna memulihkan ketepatan waktu perjalanan setelah proses evakuasi di lokasi kejadian rampung sepenuhnya.

KAI Daop 8 Minta Maaf

Atas gangguan perjalanan ini, pihak KAI Daop 8 Surabaya melayangkan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pelanggan yang terdampak. 

"Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami. Terima kasih atas kesabaran, pengertian dan kepercayaan pelanggan yang tetap bersama KAI," ucap Mahendro.

Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi berupa service recovery kepada seluruh penumpang sesuai aturan yang berlaku. Skema pemberian service recovery ini disesuaikan dengan durasi waktu keterlambatan masing-masing perjalanan, mulai dari penyediaan minuman, makanan ringan, hingga makanan berat. 

"Kami berharap layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama perjalanan mengalami keterlambatan," tutur Mahendro.

Rekomendasi